Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono mengakui banyak kekurangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terkait keracunan massal di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
"Tadi saya langsung berkunjung ke SPPG yang menangani ini, memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, mengapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend (hentikan sementara) dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada standar operasional prosedur atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujar Trenggono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Dikutip dari Antara.
Hal tersebut disampaikan Trenggono saat meninjau lokasi dugaan insiden keamanan pangan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Kamis (6/8/2026).
Advertisement
Trenggono juga meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien, yaitu Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre dan RSUD Yowari, guna memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis yang memadai, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penerima manfaat beserta keluarga.
Selain itu mengunjungi SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua yang bertanggung jawab atas makanan yang didistribusikan pada penerima manfaat saat insiden terjadi pada Rabu (5/8/2026) pagi, untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional yang diterapkan dan memberhentikan operasional sementara SPPG tersebut.
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, melainkan sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan, sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya diberitakan, BGN mencatat keracunan itu akibat SPPG memasak terlalu awal.
"Jadi memang memulai masaknya terlalu cepat, kalau enggak salah pukul 19.00 atau 19.30 di hari sebelumnya untuk diberi makan pada hari berikutnya di pukul 11.00, jadi itu sudah melanggar. Termasuk yang di Semarang, Jawa Tengah, juga sama, dia mulai masak jam 21.00. Ini kan masalah kedisiplinan, nah ini kita lagi cari formula (untuk mengawasi SPPG yang melanggar)," kata Kepala BGN Sudaryono.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318271/original/086016600_1786090441-Wakil_Kepala_BGN_Mayjen_TNI_Trenggono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486906/original/085329000_1769641130-Menu_MBG_berjamur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080102/original/008701700_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318241/original/011326700_1786089684-971287.jpg)