Tapir Terjebak di Parit Kebun Sawit Mesuji, Keluar dari Habitat Konservasi

Seekor tapir dilindungi ditemukan terjebak di parit perkebunan sawit PT PAL, Mesuji, diduga akibat terpisah dari kelompoknya saat mencari air. Pemkab Mesuji berkoordinasi dengan BKSDA merawat sementara satwa langka tersebut di Taman Kehati.

Diterbitkan 21 September 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seekor tapir (Tapirus indicus) ditemukan terjebak di parit perkebunan kelapa sawit milik PT Pematang Agri Lestari (PAL), Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Minggu (20/9/2026).

Satwa langka dan dilindungi tersebut diduga keluar dari kawasan hutan konservasi untuk mencari sumber air.

Bupati Mesuji, Elfianah Khamamik, mengonfirmasi bahwa tapir berukuran dewasa itu kemungkinan berasal dari kawasan hutan konservasi Register 45 yang berada sekitar 500 hektare dari lokasi penemuan.

"Kemungkinan nyari air, terpisah sama kelompoknya saat lari-lari. Dari kamera pengawas yang pernah kami pasang di hutan konservasi, terdeteksi memang ada tiga ekor tapir yang melintas," ujar Elfianah saat mendampingi proses evakuasi, Senin (21/9/2026).

Elfianah memastikan kondisi satwa bercorak hitam-putih itu dalam keadaan sehat dan aktif saat ditemukan warga. Proses evakuasi melibatkan aparat kecamatan, Polsek Way Serdang, warga setempat, serta jajaran Pemkab Mesuji.

 

Prioritaskan Keamanan dan Kenyamana Satwa

Pihak pemkab memutuskan untuk membawa tapir tersebut ke Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Mesuji guna mendapatkan perawatan medis awal, ketimbang menggiringnya kembali ke hutan yang berjarak sangat jauh.

"Sebelum dikembalikan ke habitatnya, kami sehatkan dulu di Taman Kehati. Kami akan bersurat resmi ke BKSDA untuk izin perawatan sementara ini," tambah Elfianah.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi rinci mengenai kondisi dan kronologi ditemukannya tapir tersebut.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo, menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan akan mengedepankan keamanan serta keselamatan satwa.

"Tim sudah diturunkan untuk memastikan kronologi dan kondisi terkini. Penanganan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek keselamatan satwa serta upaya konservasinya," kata Itno.