Satoru Mochizuki Resmi Tak Lagi Latih Timnas Putri Indonesia, Tinggalkan Dua Gelar Juara

Satoru Mochizuki resmi dicopot dari posisi pelatih kepala Timnas Putri Indonesia per 5 November 2026. Ia meninggalkan jejak dua gelar Piala AFF Wanita.

OlehThomas
Diterbitkan 06 November 2026, 05:54 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satoru Mochizuki resmi mengakhiri perjalanannya sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia. Pengumuman pencopotan pelatih asal Jepang ini disampaikan pada Kamis, 5 November 2026, setelah ia berhasil mempersembahkan dua gelar juara Piala AFF Wanita untuk skuad Garuda Pertiwi.

Kabar perpisahan Mochizuki dengan Timnas Putri Indonesia diumumkan secara resmi melalui unggahan di akun Instagram Timnas Indonesia. PSSI menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya selama ini.

"Arigatou gozaimashita, Coach Mochi. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan sejarah indah yang ditinggalkan untuk Garuda Pertiwi," demikian pesan yang disampaikan PSSI dalam pernyataan resminya.

Jejak Manis Dua Gelar Piala AFF Wanita

Selama masa kepelatihannya, Satoru Mochizuki berhasil mengukir sejarah bagi sepak bola putri Indonesia. Ia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia pada Februari 2024.

Pada tahun pertamanya, Mochizuki langsung membawa Timnas Putri Indonesia meraih gelar juara Piala AFF Wanita 2024. Dalam final, Garuda Pertiwi berhasil menaklukkan Kamboja dengan skor 3-1, menandai trofi internasional pertama bagi Timnas Putri Indonesia.

Prestasi tersebut tidak berhenti di situ. Di bawah asuhan Mochizuki, Timnas Putri Indonesia sukses mempertahankan gelar juara Piala AFF Wanita pada edisi 2026 setelah mengalahkan Laos 5-0 di partai final.

Dinamika Peran dari Pelatih hingga Penasihat Teknis

Perjalanan karier Mochizuki di Timnas Putri Indonesia sempat mengalami dinamika pada tahun 2025. Ia sempat diberhentikan dari posisi pelatih kepala setelah Timnas Putri gagal lolos ke Piala Asia Wanita 2026.

Setelah itu, Mochizuki mendapatkan tugas baru sebagai penasihat teknis atau ketua tim pengembangan sepak bola putri Indonesia. Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan bahwa Mochizuki difokuskan pada pengembangan karena pengalaman, kredibilitas, serta jaringannya dengan Japan Football Association (JFA) dan liga wanita di Jepang. PSSI menilai perannya lebih strategis di belakang layar untuk menyiapkan road map pengembangan sepak bola putri.

Namun, pada April 2026, PSSI kembali menunjuk Mochizuki sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia, sebelum akhirnya resmi berpisah pada November 2026.

Pencarian Suksesor dan Kriteria Pelatih Baru

Hingga pengumuman perpisahan pada 5 November 2026, belum ada pernyataan resmi mengenai siapa sosok pelatih baru yang akan menggantikan Satoru Mochizuki.

Sebelumnya, pada Juli 2025, PSSI telah mencari pengganti Mochizuki dan nama Djoko Susilo sempat disebut-sebut. Vivin Cahyani juga menyatakan bahwa PSSI masih akan berkiblat ke Jepang untuk pelatih Timnas Putri senior, mengingat Timnas Putri U-19 (nantinya U-20) saat itu juga dipegang oleh pelatih asal Jepang, Akira Higashiyama.

Pada periode tersebut, Joko Susilo ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia Putri Senior untuk Kejuaraan Piala AFF di Vietnam, sementara Akira Higashiyama memimpin Timnas Putri U-20, dan Timo Scheunemann melatih Timnas Putri U-16.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat menyampaikan kriteria utama untuk pelatih pengganti Mochizuki, yaitu harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bidik Bek Como, Manchester United Harus Siap Setor Segini