Pramono Dalami Penyebab Maraknya Tawuran di Koja Jakut

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menekan angka tawuran.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 13:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI mendalami penyebab tawuran di Koja setelah insiden fatal.
  • Pemprov DKI berupaya preventif, mengarahkan energi remaja ke kegiatan positif.
  • Fasilitas olahraga dibangun di lokasi rawan tawuran untuk mengurangi aksi kekerasan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tengah mendalami penyebab maraknya aksi tawuran yang kembali terjadi di kawasan Koja, Jakarta Utara. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus tawuran yang menewaskan seorang remaja di Komplek UKA, Kelurahan Tugu Utara, Koja, beberapa waktu lalu.

“Saya sedang mendalami apa sih penyebab utamanya? Karena tawuran sering terjadi untuk hal-hal kecil balap motor, nongkrong bareng-bareng, bahkan main catur pun bisa jadi tawuran kalau apa di antara mereka kemudian tidak akrab atau tidak akur,” tutur Pramono di Tribrata Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menekan angka tawuran melalui pendekatan yang lebih preventif. Menurut dia, energi para remaja perlu diarahkan ke kegiatan yang lebih positif dan produktif.

“Saya sekali lagi nggak bosan-bosan meminta kepada siapa pun yang melakukan tawuran itu untuk menghentikan tawuran di Jakarta. Supaya energinya disalurkan dengan hal-hal yang lebih positif, lebih produktif,” jelasnya.

 

Langkah Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, lanjut Pramono, Pemprov DKI Jakarta telah membangun sejumlah fasilitas olahraga dan ruang aktivitas di wilayah yang selama ini kerap menjadi lokasi tawuran.

“Contohnya yang kami bangunkan untuk skateboard, kemudian ring tinju, di tempat yang memang dulu tawurannya sering terjadi,” ucap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono mengajak seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk menghentikan aksi tawuran yang dinilai tidak memberikan manfaat bagi siapa pun.

“Jadi sekali lagi, untuk yang berkaitan dengan tawuran, Pemerintah DKI Jakarta sekali lagi meminta untuk benar-benar bisa dihilangkan atau minimum dikurangi di Jakarta ini. Dan kami akan memberikan fasilitas untuk itu,” tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6