Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal jembatan bambu yang dibangun warga di Tegal Alur, Jakarta Barat. Pramono memastikan akan menggantinya dengan jembatan beton.
Pramono mengatakan, pembangunan jembatan permanen itu akan dilakukan setelah proyek pekerjaan Dinas Sumber Daya Air (SDA) di lokasi tersebut rampung. Pasalnya, jembatan di lokasi itu sebelumnya dibongkar oleh Dinas SDA karena kawasan tersebut membutuhkan pengerjaan pengerukan.
“Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Minggu (30/8/2026).
Advertisement
Menurut Pramono, pengerjaan SDA di lokasi tersebut turut terkendala setelah alat yang digunakan mengalami vandalisme dan pencurian suku cadang. Kondisi itu membuat alat tersebut tidak dapat beroperasi.
“Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepartnya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” jelas Pramono.
Meski begitu, dia memastikan pekerjaan SDA di kawasan itu bakal tetap dilanjutkan. Setelah pengerjaan tersebut selesai, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kembali jembatan di lokasi tersebut dalam bentuk jembatan beton.
“Maka untuk itu saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat,” katanya.
2 Tahun Menyeberang dengan Jembatan Bambu
Sebelumnya, keberadaan jembatan bambu di Tegal Alur disorot Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Gias Kumari Putra. Dia mendesak perbaikan akses warga di Gang Perkutut, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat yang selama dua tahun menggunakan jembatan bambu sebagai akses penyeberangan.
Gias mengatakan jembatan penghubung yang sebelumnya terbuat dari beton dibongkar untuk memberikan akses bagi kendaraan alat berat dalam pengerjaan normalisasi saluran. Namun, hingga kini jembatan tersebut belum dibangun kembali.
“Warga akhirnya menggunakan jembatan yang kurang layak. Karena itu, kami mendorong agar segera ada solusi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat,” ujar Gias dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Gias, Pemprov DKI Jakarta tidak perlu menunggu pembangunan jembatan permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah bersama pelaksana proyek dapat terlebih dahulu menyediakan jembatan sementara yang lebih layak dan aman bagi warga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333323/original/091713600_1787742968-7ccb70dd-d1c2-4956-b6b8-29a5900c7035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566592/original/086323000_1777198496-Foto_2__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546693/original/052346100_1775361459-Screenshot__180_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526696/original/004945100_1773131337-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_14.14.54.jpeg)