Polri Bangun 874 Jembatan, Hubungkan 1.314 Desa di Indonesia

Ratusan jembatan Polri kini menghubungkan ribuan desa di Indonesia.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polri telah menyelesaikan 874 jembatan Presisi, menghubungkan 1.314 desa, bermanfaat bagi 2 juta orang.
  • Polda Banten membangun 145 jembatan, terbanyak di antara Polda lain, melayani 500 ribu jiwa.
  • Polri juga membangun 39 jembatan di Sumatera untuk pemulihan akses wilayah terdampak bencana.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan sebanyak 874 jembatan Presisi yang dibangun Polri telah selesai. Infrastruktur tersebut menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat kepada 2 juta masyarakat.

“874 jembatan yang telah selesai dibangun, memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” jelas Listyo dalam acara peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri oleh Presiden, sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 145 jembatan sepanjang 3 kilometer dibangun di wilayah Polda Banten. Jembatan tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat kepada 500 ribu jiwa.

“Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya,” ujar Listyo.

Menurut dia, pembangunan dan revitalisasi juga dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah. Mulai dari Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

“Serta diikuti Polda-Polda lainnya dengan rata-rata pembangunan 20 sampai 30 jembatan di setiap wilayah,” ucap dia.

 

Jembatan Terdampak Bencana

Listyo juga melaporkan Polri telah membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Rinciannya, empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Sumatera Barat.

“Hal tersebut guna memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana,” tutur Listyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6