Cara Menyimpan Galon Air di Rumah agar Airnya Tetap Aman Diminum

Simak cara menyimpan galon air di rumah yang benar agar tetap higienis dan aman digunakan saat darurat, lengkap dengan tips wadah dan penyimpanan tahan lama.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan air bersih di rumah merupakan salah satu langkah persiapan darurat yang sering diabaikan. Padahal, cara menyimpan galon air di rumah dengan benar dapat menjadi hal penting ketika bencana atau gangguan pasokan air terjadi. Banjir, gempa, maupun kerusakan jaringan pipa dapat membuat akses terhadap air bersih terputus selama beberapa hari. Kondisi serupa pernah terjadi di Gunlock, Utah, pada 2005 ketika banjir menyebabkan wilayah tersebut terisolasi tanpa listrik dan air selama tujuh hari.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa menyimpan persediaan air bukan sekadar bentuk antisipasi berlebihan. Keluarga yang telah menyiapkan puluhan galon air bahkan dapat membantu tetangga dan kerabat ketika pasokan air terputus.

Persiapan tersebut tentu perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Jumlah air, jenis wadah, kebersihan tempat penyimpanan, hingga cara menjaga kualitas air perlu diperhatikan agar persediaan tetap aman digunakan ketika keadaan darurat terjadi. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (30/8/2026).

Berapa Banyak Air yang Perlu Disimpan?

Menurut Utah State University (USU) Extension, kebutuhan minimal air untuk bertahan hidup sekitar satu liter per orang per hari. Namun, jumlah yang lebih realistis untuk kebutuhan minum dan memasak adalah sekitar 3,7 liter atau satu galon per orang per hari.

Selain itu, sebaiknya tersedia tambahan sekitar setengah hingga satu galon air per orang per hari untuk kebutuhan kebersihan diri dan mencuci peralatan.

Rekomendasi serupa diberikan Highline Water District di Amerika Serikat. Lembaga tersebut menyarankan sedikitnya satu galon air per orang per hari dengan persediaan minimal untuk tiga hari. Jika ruang penyimpanan memungkinkan, persediaan air idealnya dapat mencukupi kebutuhan hingga dua minggu.

Badan perlindungan sipil Norwegia atau DSB memberikan rekomendasi berbeda, yakni sekitar 20 liter air per orang untuk memenuhi kebutuhan selama satu minggu.

Dari sejumlah rekomendasi tersebut, kebutuhan air perlu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan kapasitas ruang penyimpanan di rumah. Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar pula volume air yang perlu disiapkan.

Memilih Wadah yang Tepat untuk Air Galon

Salah satu hal penting dalam cara menyimpan galon air di rumah adalah memilih wadah yang aman. USU Extension menjelaskan bahwa wadah untuk menyimpan air sebaiknya merupakan wadah food grade, yaitu wadah yang memang dirancang untuk menyimpan makanan atau minuman.

Wadah yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan kimia atau zat beracun tidak boleh digunakan untuk menyimpan air minum.

Beberapa material yang umum digunakan untuk penyimpanan air antara lain:

  • Kaca
  • Plastik food grade
  • Logam
  • Fiberglass
  • Plastik atau logam berlapis enamel

Kaca memiliki kelebihan karena relatif tidak mudah ditembus uap atau gas. Namun, material ini mudah pecah sehingga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pilihan wadah penyimpanan.

Plastik bekas kemasan minuman dapat menjadi pilihan yang praktis karena ringan dan cukup kuat. Pastikan wadah tersebut memang memiliki standar food grade. Hindari menggunakan plastik non-pangan, seperti bekas kasur air atau pelapis kolam renang, karena berpotensi melepaskan zat kimia ke dalam air.

Untuk wadah logam, USU Extension menyebut stainless steel sebagai salah satu pilihan yang aman. Sebaliknya, wadah yang menggunakan pewter atau sambungan solder berbahan timbal sebaiknya dihindari.

Highline Water District juga menyebut wadah plastik, kaca, fiberglass, serta logam berlapis enamel sebagai pilihan yang dapat digunakan selama wadah tersebut belum pernah digunakan untuk menyimpan zat beracun.

Galon air minum kemasan yang masih layak pakai dapat menjadi pilihan praktis karena sejak awal memang dirancang untuk menyimpan air minum.

Membersihkan dan Mensterilkan Wadah Sebelum Diisi

Wadah perlu dicuci dan disanitasi sebelum digunakan untuk menyimpan air. USU Extension merekomendasikan beberapa tahapan berikut:

  1. Cuci wadah menggunakan air sabun hangat.
  2. Bilas hingga tidak ada sisa sabun.
  3. Buat larutan sanitasi menggunakan satu sendok makan pemutih klorin untuk setiap satu galon air.
  4. Masukkan larutan tersebut ke dalam wadah dan kocok hingga seluruh bagian dalam, termasuk tutup, terkena larutan.
  5. Diamkan selama sekitar satu menit.
  6. Buang larutan sanitasi.
  7. Biarkan wadah mengering dengan cara diangin-anginkan.

DSB Norwegia juga memberikan panduan sanitasi dengan takaran berbeda, yaitu dua tutup botol pemutih rumah tangga untuk setiap 10 liter air pembilas. Larutan tersebut didiamkan selama sekitar 30 menit sebelum wadah dibilas hingga bersih.

Setelah proses sanitasi selesai, DSB menyarankan agar wadah diisi menggunakan air keran dingin hingga penuh. Air hangat atau panas sebaiknya tidak digunakan karena suhu tinggi dapat meningkatkan pelarutan logam dari pipa ke dalam air.

Cara Mengolah Air agar Aman Disimpan Lama

Air yang disiapkan untuk penyimpanan jangka panjang perlu mendapatkan perlakuan yang tepat untuk mengurangi risiko kontaminasi mikroorganisme.

USU Extension menjelaskan dua metode yang dapat digunakan, yaitu perlakuan panas dan perlakuan menggunakan klorin.

Pada metode perlakuan panas, air dimasukkan ke dalam toples kaca tahan panas atau canning jar dengan menyisakan ruang kosong sekitar 2,5 sentimeter di bagian atas. Setelah itu, wadah direbus dalam bak air mendidih selama sekitar 20 menit setelah air benar-benar mencapai titik didih.

Metode lainnya adalah menggunakan klorin. USU Extension merekomendasikan sekitar 1/8 sendok teh atau setara delapan tetes cairan pemutih klorin dengan kandungan 4-6 persen sodium hipoklorit untuk setiap satu galon air.

Selama penyimpanan, kandungan klorin tersebut akan terurai secara alami menjadi oksigen dan garam sehingga tidak bertahan dalam bentuk yang sama seperti ketika pertama kali ditambahkan.

Tempat dan Kondisi Penyimpanan yang Ideal

Lokasi penyimpanan juga perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas air. USU Extension merekomendasikan agar air disimpan di tempat yang:

  • Bersih
  • Kering
  • Sejuk
  • Tidak terkena sinar matahari langsung
  • Tidak diletakkan langsung di lantai

Wadah plastik juga sebaiknya dijauhkan dari bensin, minyak tanah, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Plastik memiliki sifat semi-permeabel sehingga uap dari bahan kimia tertentu berpotensi memengaruhi kualitas air yang disimpan.

DSB Norwegia juga mengingatkan bahwa sinar matahari dan suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan wadah plastik serta meningkatkan risiko pertumbuhan alga.

Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah juga perlu dihindari. Air yang membeku akan mengalami pemuaian sehingga dapat menyebabkan wadah rusak atau pecah.

Jika disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat, kemudian ditempatkan di lokasi yang sejuk serta gelap, air dapat bertahan dalam kondisi layak minum untuk waktu yang panjang.

Rotasi dan Pengecekan Berkala

Meskipun air yang disimpan dengan benar dapat bertahan lama, pemeriksaan berkala tetap diperlukan.

Highline Water District merekomendasikan agar persediaan air dirotasi setiap enam bulan untuk mempertahankan kesegarannya. USU Extension menyarankan pemeriksaan setiap enam hingga 12 bulan.

Pemeriksaan dapat mencakup:

  • Kondisi tutup wadah
  • Ada atau tidaknya retakan pada wadah
  • Kebocoran
  • Kejernihan air
  • Perubahan bau atau kondisi air

Jika air terlihat keruh atau mengalami perubahan yang mencurigakan, sebaiknya persediaan tersebut diganti dan wadah kembali dibersihkan serta disanitasi sebelum diisi ulang.

DSB Norwegia menyarankan penggantian air setiap tahun untuk menjaga kualitas rasa. Namun, dari sisi keamanan, air yang telah disimpan selama bertahun-tahun pada dasarnya dapat tetap aman apabila kualitas air sejak awal baik dan wadah selalu bersih serta tertutup dengan baik.

Sumber Air Darurat Jika Persediaan Habis

Persediaan air di rumah bisa saja habis sebelum pasokan air normal kembali. Dalam kondisi tersebut, beberapa sumber air lain masih dapat dimanfaatkan.

USU Extension dan Highline Water District menyebutkan beberapa sumber yang dapat digunakan, antara lain:

  • Air yang masih berada di dalam pipa rumah
  • Air dari tangki pemanas
  • Es batu

Jika mengambil air dari tangki pemanas, sumber panas atau listriknya harus dimatikan terlebih dahulu.

Air dari tangki toilet, bukan dari mangkuk kloset, dapat menjadi pilihan terakhir. Penggunaannya tetap perlu dipertimbangkan karena air tersebut berpotensi mengandung bahan kimia pembersih.

Sementara itu, air dari sumber yang tidak dapat langsung diminum, seperti sungai atau danau, perlu mendapatkan perlakuan terlebih dahulu. Jika air terlihat keruh, saring menggunakan kain bersih sebelum direbus hingga mendidih setidaknya selama satu menit.

Alternatif lainnya adalah memberikan perlakuan menggunakan klorin sesuai takaran yang tepat, kemudian mendiamkannya selama sekitar 30 menit sebelum digunakan.

Tanya Jawab Seputar Pentimpanan Air Galon

Berapa lama air galon bisa disimpan sebelum kedaluwarsa?

Jika wadah bersih, tertutup rapat, dan disimpan di tempat yang sejuk serta gelap, air dapat disimpan dalam waktu lama. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap enam hingga 12 bulan untuk memastikan kondisi wadah dan kualitas air tetap baik.

Apakah air galon boleh disimpan di bawah sinar matahari langsung?

Sebaiknya tidak. Paparan sinar matahari dapat mempercepat kerusakan wadah plastik dan meningkatkan risiko pertumbuhan alga di dalam air. Simpan persediaan air di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Bagaimana cara mengetahui air galon simpanan sudah tidak layak minum?

Periksa kejernihan, bau, serta kondisi wadah dan tutupnya. Jika air terlihat keruh, berbau tidak biasa, atau wadah mengalami kerusakan, sebaiknya air tidak digunakan untuk minum. Ganti air dan lakukan kembali proses pembersihan serta sanitasi wadah.

Apakah air galon kemasan lebih aman daripada air keran untuk disimpan?

Tidak selalu. Air keran maupun air kemasan memiliki standar keamanan masing-masing. Keduanya dapat digunakan sebagai persediaan selama kualitas air baik dan proses penyimpanan dilakukan menggunakan wadah yang bersih serta sesuai untuk air minum.

Bolehkah menyimpan air galon di dalam freezer?

Air dapat disimpan di dalam freezer, terutama untuk membantu menjaga makanan tetap beku ketika listrik padam. Namun, jangan mengisi wadah sampai penuh. Sisakan ruang sekitar 2-3 inci agar tersedia ruang untuk pemuaian air ketika membeku.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6