Bacaan Sholawat untuk Memperbanyak Pahala, Cocok untuk Orang Sibuk

Sholawat adalah bentuk pujian sekaligus doa kepada Nabi Muhammad SAW

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan sholawat untuk memperbanyak pahala menjadi amalan ringan yang tidak memerlukan waktu khusus, tempat tertentu, atau persiapan rumit. Cukup dengan menggerakkan lisan di sela-sela aktivitas, saat berjalan menuju kantor, di dalam kendaraan, atau bahkan di sela pekerjaan, seorang Muslim dapat mengumpulkan pahala yang berlipat ganda.

Sholawat adalah bentuk pujian sekaligus doa kepada Nabi Muhammad SAW yang bernilai ibadah besar, tidak membutuhkan kondisi khusus namun dampaknya luar biasa bagi kehidupan spiritual. Allah SWT telah memerintahkan bersholawat dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56).

Qadhi ‘Iyadh dalam kitab Asy-Syifa’ menerangkan bahwa pembacaan shalawat di setiap permulaan urusan bertujuan mulia untuk memohon berkah atau bertabarruk.

Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah SAW, menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak sholawat. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap sholawat yang dilantunkan memiliki nilai lebih di sisi Allah, karena merupakan bentuk syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Bagi orang sibuk, kunci utamanya adalah konsistensi, bukan kuantitas. Amalan yang sedikit namun istiqamah lebih baik daripada amalan banyak namun hanya sesekali. Berikut adalah 10 bacaan sholawat yang dapat diamalkan setiap hari, mulai dari yang paling pendek hingga menengah, dirangkai dengan teks Arab, latin, dan artinya, serta keutamaannya.

10 Bacaan Sholawat dari Pendek hingga Menengah

1. Sholawat Jibril (Shallallāhu ‘alā Muhammad)

Teks Arab: صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

Latin: Shallallāhu ‘alā Muhammad

Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

Sholawat ini merupakan bacaan terpendek dan paling mudah dihafal. Dalam buku Sholawat Jalan Selamat, Habib Novel Alaydrus menyebutkan sholawat ini memiliki keutamaan besar, termasuk membuka peluang bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Imam Asy-Sya‘rani meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa membaca sholawat ini, maka ia telah membukakan baginya tujuh puluh pintu rahmat.”.

Al-Hafidz As-Sakhawi juga meriwayatkan kisah seorang lelaki yang ayahnya yang buta dapat melihat Rasulullah SAW dalam mimpi setelah membaca sholawat ini selama tujuh malam berturut-turut. Sangat cocok untuk dibaca di sela-sela aktivitas karena hanya terdiri dari tiga kata dalam bahasa Arab.

2. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammad

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

Sholawat ini hanya terdiri dari empat kata namun menyimpan pahala yang besar. Dalam buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan beragam redaksi sholawat dari yang ringkas hingga panjang. Model sholawat pendek ini sangat praktis dibaca kapan saja dan di mana saja. Dalilnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani.

3. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”

Bacaan ini memuat doa untuk Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Kitab 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami menjelaskan bahwa bersholawat atas keluarga Nabi merupakan sunnah tersendiri yang memiliki keutamaan besar. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu menyertakan keluarganya dalam sholawat yang diajarkan kepada umatnya.

4. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā ālihi wa sallim (Ta'dzhimul Qiyam)

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā ālihi wa sallim

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan sholawat ini ketika berdiri, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia duduk. Barang siapa mengucapkannya ketika duduk, dosa-dosanya akan diampuni sebelum ia berdiri.”. Sholawat ini sering dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi dan sangat cocok untuk diamalkan setiap hari.

5. Sholawat Ibrahimiyah (Versi Pendek)

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad, kamā shallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka Ḥamīdun Majīd

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Inilah sholawat yang dibaca dalam tasyahud akhir setiap salat. Dalilnya diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 3370) dan Imam Muslim (no. 406). Sholawat ini dianggap paling sempurna redaksinya dan menjadi amalan yang paling rutin dibaca oleh umat Islam minimal lima kali sehari semalam.

6. Sholawat Nariyah (Tafrijiyah)

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ

Latin: Allāhumma shalli shalātan kāmilatan wa sallim salāman tāmmā ‘alā sayyidinā Muhammadinilladzī tanhallu bihil-‘uqad...

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Muhammad yang dengannya terlepas semua ikatan dan segala kesulitan...”

Sholawat Nariyah dikenal sebagai sholawat pelepas kesulitan dan pembuka jalan keluar dari permasalahan. Untuk wirid harian, dianjurkan membaca 11 kali setiap selesai salat fardhu. Imam Ad-Dainuri menyatakan bahwa amalan ini akan menjadikan rezeki tidak pernah putus.

7. Sholawat Munjiyat

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَحْوَالِ وَالْآفَاتِ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin shalātan tunjīnā bihā min jamī‘il ahwāli wal āfāt...

Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat kepada junjungan kami Muhammad dengan sholawat yang menyelamatkan kami dari segala keadaan menakutkan dan bencana...”

Sholawat Munjiyat berarti “sholawat penyelamat”. Dikarang oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, sholawat ini mengandung permohonan keselamatan dari segala marabahaya, dikabulkannya hajat, dan diangkatnya derajat. Dapat diamalkan 40 kali setiap selesai salat fardhu atau 1000 kali di tengah malam untuk hajat mendesak.

8. Sholawat Fatih

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فَاتِحِ مَا أُغْلِقَ وَخَاتِمِ مَا سَبَقَ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin Fātihi mā ughliqa wa Khātimi mā sabaqa

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad, pembuka apa yang tertutup dan penutup apa yang telah lalu.”

Sholawat Fatih disusun oleh Syekh Ahmad At-Tijani. Sholawat ini sangat dianjurkan untuk memohon kemudahan dalam segala urusan dan pembukaan pintu rezeki. Jika dibaca secara istiqamah selama 40 hari, Allah akan menjadikan pembacanya mampu bertaubat dari segala jenis kemaksiatan.

9. Sholawat Bani Hasyim

Teks Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْهَاشِمِيِّ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا

Latin: Allāhumma shalli ‘alān-nabiyyil Hāsyimiyyi Muhammadin wa ‘alā ālihi wa sallim taslīmā

Artinya: “Ya Allah, berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Hasyim, yaitu Muhammad, dan kepada keluarganya, dengan salam yang sempurna.”

Sholawat ini menonjolkan nasab mulia Nabi Muhammad SAW dari Bani Hasyim. Sering dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi sebagai bentuk penghormatan kepada keturunan Nabi. Sangat cocok diamalkan di bulan Rabiul Awal sebagai bentuk pengagungan terhadap kelahiran Rasulullah.

10. Sholawat Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika

Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad, hamba dan Nabi-Mu.”

Sholawat ini mengakui kedudukan Nabi Muhammad sebagai hamba sekaligus Nabi Allah. Dalam kitab 70 Shalawat Pilihan, dijelaskan bahwa menyebutkan status kehambaan dan kenabian Nabi dalam sholawat merupakan bentuk pengagungan yang sempurna. Bacaan ini sangat ringkas dan dapat diamalkan kapan saja.

Fadhilah Istiqamah Bersholawat

1. Mendapat Balasan 10 Kali Lipat dari Allah

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408). Ini adalah janji langsung dari Allah yang menjadi modal spiritual bagi setiap Muslim. Satu sholawat dari Allah tidak dapat diukur dengan apapun, terlebih jika diberikan sepuluh kali lipat.

2. Dihapuskan Dosa dan Diangkat Derajat

Dalam riwayat An-Nasa’i disebutkan bahwa setiap satu kali sholawat akan menghapus sepuluh dosa dan mengangkat sepuluh derajat. Pada bulan Rabiul Awal, keutamaan ini semakin istimewa karena amalan dilipatgandakan di bulan yang penuh berkah.

3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang paling dekat dengannya di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bersholawat kepadanya. Jika membaca sholawat 10 kali pada pagi dan sore hari, akan mendapat syafaat Nabi di hari Kiamat.

4. Dibukakan Pintu Rezeki dan Kemudahan

Membaca sholawat secara rutin dipercaya dapat membuka pintu rezeki dan melancarkan segala urusan. Sholawat Nariyah yang diwiridkan usai salat fardhu sebanyak 11 kali dapat melancarkan rezeki. Dalam 1001 Shalawat disebutkan bahwa sholawat adalah salah satu sarana untuk mendatangkan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan.

5. Jalan Keselamatan Dunia dan Akhirat

Habib Novel Alaydrus dalam Sholawat Jalan Selamat menegaskan bahwa sholawat adalah jalan selamat dunia dan akhirat. Sholawat Munjiyat, yang berarti “penyelamat”, mengandung permohonan keselamatan dari segala kesulitan dan cobaan hidup. Dengan istiqamah bersholawat, seorang muslim akan mendapatkan perlindungan Allah dalam kehidupannya.

 

Pertanyaan Seputar Sholawat Pendek

1. Apa saja sholawat pendek yang paling mudah dihafal untuk orang sibuk?

Sholawat Jibril (Shallallāhu ‘alā Muhammad) dan Allāhumma shalli ‘alā Muhammad adalah yang paling pendek dan mudah dihafal. Keduanya hanya terdiri dari 3-4 kata dan dapat dibaca kapan saja di sela-sela aktivitas.

2. Berapa kali minimal membaca sholawat setiap hari agar mendapat pahala besar?

Para ulama menganjurkan minimal membaca 100 kali dalam sehari. Namun yang terpenting adalah istiqamah—bahkan 10 kali di pagi dan sore hari sudah dijanjikan akan mendapat syafaat Rasulullah SAW.

3. Mengapa bulan Rabiul Awal menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak sholawat?

Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mengutip NU Online, bersholawat pada bulan Maulid merupakan amalan sunnah yang mendatangkan pahala karena merupakan bentuk syukur atas diutusnya Nabi sebagai rahmat bagi seluruh alam.

4. Apakah sholawat seperti Nariyah dan Munjiyat termasuk bid'ah?

Tidak. Sholawat Nariyah, Munjiyat, dan Fatih termasuk sholawat ghairu ma'tsurah yang disusun oleh ulama saleh seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dan Syekh Ahmad At-Tijani. Selama kandungannya adalah pujian kepada Nabi dan doa kebaikan, hukumnya boleh dan dianjurkan.

5. Bagaimana cara mengamalkan sholawat di tengah kesibukan tanpa mengurangi pekerjaan?

Sholawat pendek dapat dibaca saat berjalan, di kendaraan, menunggu antrean, atau di sela pekerjaan. Cukup dengan menggerakkan lisan, seorang Muslim telah menunaikan ibadah agung yang pahalanya sangat besar. Kuncinya adalah menjadikannya kebiasaan, bukan beban tambahan.