Stasiun Gambir Bakal Melayani KRL, Begini Penjelasan KAI

Mobilitas melonjak pesat, Stasiun Gambir disiapkan jadi hub terpadu yang bakal melayani KRL.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang mencapai 58,11% dalam tiga tahun terakhir semakin memperkuat urgensi integrasi transportasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Merespons kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan langkah pengembangan Stasiun Gambir guna memperkuat konektivitas antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan moda transportasi publik perkotaan.

Data internal KAI mencatat jumlah perjalanan KRL Jabodetabek naik dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Pertumbuhan pesat sebanyak 126.656.933 perjalanan ini menandakan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik yang saling terhubung.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pengembangan Stasiun Gambir perlu menyesuaikan dengan ritme mobilitas publik serta posisi strategis kawasan tersebut.

"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Kebutuhan integrasi ini kian mendesak mengingat tingginya lalu lintas di koridor Bogor Line yang melintasi kawasan Gambir. KAI mencatat lintasan tersebut melayani 153.538.393 perjalanan sepanjang 2025, atau menyumbang 44,55% dari total perjalanan KRL Jabodetabek.

Gambil Belum Layani Penumpang KRL

Meski demikian, hingga saat ini Stasiun Gambir belum melayani naik dan turun penumpang Commuter Line, walaupun jalur layangnya setiap hari dilintasi KRL rute Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo.

Anne mengungkapkan bahwa untuk membuka layanan Commuter Line di Gambir, diperlukan kesiapan matang dari berbagai elemen teknis.

"Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama," jelas Anne.

Sebagai gambaran kepadatan stasiun, sepanjang Januari hingga Juli 2026 saja Stasiun Gambir telah melayani 3.871.579 pelanggan KA Jarak Jauh (1.990.205 penumpang naik dan 1.881.374 penumpang turun). Setiap harinya, stasiun ini memfasilitasi 34 perjalanan KA reguler dengan kurang lebih 78 aktivitas pemberhentian kereta.

Rancang Konsep New Gambir

Untuk merespons tantangan masa depan, KAI merancang konsep New Gambir sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan KA Jarak Jauh, KRL, MRT, TransJakarta (BRT), serta kawasan Monas. Konsep ini tidak hanya berfokus pada mobilitas, tetapi juga menggabungkan fungsi hospitality, leisure, dan pusat aktivitas kawasan untuk meningkatkan nilai strategis Stasiun Gambir.

"Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini," tutur Anne.

KAI memastikan transformasi Stasiun Gambir dilaksanakan secara bertahap dengan memperhitungkan kapasitas infrastruktur, operasional, keselamatan, dan kebutuhan para pengguna jasa demi menciptakan simpul transportasi yang tangguh di jantung ibu kota.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6