7 Ciri Orang yang Bakal Jadi Kaya Raya, Apakah Anda Termasuk?

Ciri orang yang bakal jadi kaya raya, mulai dari disiplin, stabil secara emosi, rajin menabung dan berinvestasi, hingga memiliki literasi keuangan.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 12:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mengira jadi kaya raya soal keberuntungan atau warisan besar. Padahal, riset psikologi kepribadian dan studi keuangan menunjukkan pola pikir serta kebiasaan sehari-hari jauh lebih menentukan siapa yang akhirnya mencapai kemapanan finansial dibanding faktor keberuntungan semata.

Secara umum, orang yang berpotensi jadi kaya raya cenderung memiliki tujuh ciri utama: disiplin tinggi, stabil secara emosi, mampu merencanakan masa depan, konsisten menabung dan berinvestasi, membangun kekayaan dari nol, berpendidikan solid meski bukan dari kampus mahal, serta terus mengasah literasi keuangan.

Berikut penjelasan lengkapnya, dirangkum dari sejumlah riset ilmiah dan survei keuangan, Minggu (30/8/2026).

1. Disiplin dan Penuh Perhitungan

Studi yang dipublikasikan di jurnal Financial Planning Review pada 2023 terhadap lebih dari 3.200 orang dewasa di Inggris menemukan bahwa conscientiousness—sifat teliti, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kerangka Big Five personality—adalah prediktor kepribadian paling konsisten untuk akumulasi kekayaan, mengalahkan trait lain seperti ekstroversi.

Riset yang dirangkum Financial Planning Association juga mencatat temuan senada: sifat teliti berkorelasi positif dengan pendapatan dan tabungan seumur hidup. Orang dengan sifat ini cenderung membuat keputusan lebih terukur ketimbang impulsif, sehingga uang yang masuk lebih mudah dikonversi jadi aset, bukan sekadar dihabiskan.

2. Stabil secara Emosi, Tidak Gampang Panik

Selain teliti, tingkat neurotisisme yang rendah—yakni kestabilan emosi dalam menghadapi tekanan—juga jadi pembeda. Riset yang sama menyebutkan bahwa individu dengan skor neurotisisme tinggi cenderung memiliki kekayaan bersih yang jauh lebih rendah.

Ini masuk akal karena keputusan finansial besar, seperti investasi atau soal utang, butuh kepala dingin. Orang yang gampang cemas atau panik lebih rentan mengambil keputusan tergesa-gesa yang justru merugikan di jangka panjang.

3. Punya Rencana Jauh ke Depan

Selain karakter, kemampuan merencanakan masa depan (forethought) turut berperan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa kombinasi sifat teliti, kebiasaan merencanakan masa depan, dan kemampuan berpikir yang matang sama-sama memprediksi kekayaan bersih seseorang di kemudian hari.

Dengan kata lain, bukan cuma soal disiplin harian, tapi juga kebiasaan memikirkan konsekuensi jangka panjang sebelum mengambil keputusan finansial.

4. Konsisten Menabung dan Berinvestasi, Bukan Cari Jalan Pintas

Survei skala besar Ramsey Solutions terhadap lebih dari 10.000 jutawan di Amerika Serikat—salah satu riset kekayaan pribadi terbesar yang pernah dilakukan—menemukan bahwa delapan dari sepuluh responden rutin berinvestasi lewat program pensiun dari kantor mereka. Sebagian besar mencapai status jutawan lewat investasi yang konsisten dan disiplin menghindari utang, bukan lewat gaji besar atau keberuntungan sesaat.

Apa kebiasaan finansial paling penting bagi calon orang kaya? Berdasarkan temuan ini, jawabannya adalah konsistensi menabung dan berinvestasi secara rutin dalam jangka panjang, bukan mengejar keuntungan instan.

5. Membangun Kekayaan dari Nol, Bukan dari Warisan

Studi Ramsey Solutions yang sama juga membantah anggapan bahwa orang kaya kebanyakan lahir dari keluarga berada. Sebanyak 79 persen responden mengaku tidak menerima warisan sama sekali dari orangtua atau anggota keluarga lain, dan mayoritas berasal dari latar belakang kelas menengah.

Apakah kaya raya harus berasal dari warisan? Berdasarkan data ini, jawabannya tidak—kebiasaan mengelola uang secara konsisten justru jadi faktor yang jauh lebih menentukan dibanding modal awal dari keluarga.

6. Berpendidikan Solid, Tapi Tidak Harus dari Kampus Elite

Dari sisi pendidikan, studi tersebut mencatat sekitar 62 persen jutawan merupakan lulusan universitas negeri, sementara hanya 8 persen yang berasal dari kampus swasta bergengsi. Lima profesi yang paling banyak menghasilkan jutawan pun cenderung "biasa saja": insinyur, akuntan, guru, manajer, dan pengacara.

Apakah harus kuliah di kampus mahal untuk jadi kaya? Temuan ini menunjukkan tidak—pendidikan tetap penting, tapi bukan soal gengsi nama kampus, melainkan bagaimana ilmu itu dipakai untuk membangun kebiasaan finansial yang baik.

7. Terus Mengasah Literasi Keuangan

Riset yang dirangkum Financial Planning Association turut mencatat bahwa sifat teliti berkorelasi positif dengan tingkat literasi keuangan seseorang—kemampuan memahami produk, risiko, dan manfaat dari suatu instrumen keuangan.

Di Indonesia sendiri, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang digelar OJK bersama BPS mencatat indeks literasi keuangan penduduk baru di angka 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan sudah 75,02 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang sudah memakai produk keuangan tapi belum sepenuhnya memahami detail dan risikonya—kesenjangan yang justru jadi pembeda antara sekadar "memakai uang" dan benar-benar mengelolanya untuk membangun kekayaan.

Bukan Soal Mengubah Kepribadian dalam Semalam

Ketujuh ciri di atas bukan bakat bawaan yang tidak bisa dipelajari. Kebiasaan seperti disiplin menabung, konsisten berinvestasi, atau rajin mempelajari produk keuangan bisa dilatih pelan-pelan, terlepas dari kepribadian dasar seseorang.

Perlu dicatat, artikel ini merangkum pola umum dari hasil riset dan survei, bukan rekomendasi investasi atau jaminan hasil finansial tertentu. Keputusan menabung, berinvestasi, atau memilih instrumen keuangan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan profil risiko masing-masing, idealnya dengan konsultasi ke perencana keuangan tersertifikasi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Bakal Jadi Kaya Raya

1. Apa ciri-ciri orang yang berpotensi menjadi kaya raya?

Orang yang berpotensi kaya raya umumnya disiplin, stabil secara emosi, mampu merencanakan masa depan, konsisten menabung dan berinvestasi, serta memiliki literasi keuangan yang baik.

2. Apakah orang kaya harus berasal dari keluarga kaya?

Tidak. Studi dalam artikel menunjukkan banyak jutawan membangun kekayaan sendiri tanpa menerima warisan, terutama melalui kebiasaan mengelola uang secara konsisten.

3. Apakah pendidikan tinggi bisa membuat seseorang menjadi kaya?

Pendidikan dapat membantu meningkatkan peluang finansial, tetapi tidak harus berasal dari kampus elite. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk membangun karier dan kebiasaan finansial yang baik.

4. Apa kebiasaan finansial yang dimiliki orang kaya?

Kebiasaan yang umum adalah menabung secara rutin, berinvestasi dalam jangka panjang, menghindari utang yang tidak perlu, dan tidak mengejar keuntungan instan.

5. Apakah kebiasaan menjadi kaya bisa dipelajari?

Ya. Disiplin menabung, berinvestasi, membuat perencanaan keuangan, dan meningkatkan literasi keuangan dapat dilatih secara bertahap, meskipun seseorang tidak memiliki kepribadian yang secara alami sangat disiplin.