PT KAI Daop 2 Mulai Menjual Tiket Masa Angkutan Lebaran Sejak 25 Januari 2026

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 telah menjual tiket masa angkutan Lebaran sejak tanggal 25 Januari 2026 lalu.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 telah menjual tiket masa angkutan Lebaran sejak tanggal 25 Januari 2026 untuk 24 perjalanan kereta api jarak jauh. Puncak arus keberangkatan diprediksi akan terjadi pada tanggal 19 Maret 2026 mendatang menjelang masa libur Lebaran.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, penjualan tiket masa angkutan lebaran sejak tanggal 25 Januari 2026 dilakukan agar memudahkan masyarakat memilih keberangkatan. Sebanyak 42.344 tiket kereta api atau 32 persen telah terjual dalam waktu 10 hari terhitung sejak H-45.

"Secara keseluruhan kita pada masa H-45 ini telah menyiapkan sebanyak 24 perjalanan kereta api jarak jauh dari Daop 2 ke berbagai relasi Jawa Tengah, Jawa Timur, juga ke Jakarta. Dengan rata-rata tiket yang kami siapkan sebanyak 12.992 tiket setiap harinya. Lebih kurang secara keseluruhan ada sekitar 285.824 tiket," ucap Kuswardojo, Rabu (4/1/2026).

Dia mengatakan, masyarakat banyak yang lebih memilih menggunakan Kereta Api Kahuripan yang berangkat dari Stasiun Kiaracondong sampai Blitar. Sampai saat ini, okupansi untuk Kereta Api Kahuripan telah mencapai sekitar 165 persen.

"Kereta Api Kahuripan memang menjadi kereta api favorit selain karena memang tarifnya juga sangat murah dari Kiaracondong sampai dengan Blitar hanya Rp 84.000," kata Kuswardojo.

 

Ketersediaan Tiket

Kuswardojo mengatakan, ketersediaan tiket masa angkutan Lebaran masih relatif sama apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pihaknya tetap akan menyiapkan tambahan tiket apabila ada perubahan kebijakan soal masa libur oleh pemerintah.

"Karena seperti kita lihat Natal kemarin, tiba-tiba pemerintah memberikan Work From Anywhere. Nah, tentunya itu akan menjadi tambahan bagi semua pengguna jasa kereta api. Waktunya mereka bisa lebih panjang lagi untuk berlibur. Nah, tentunya ketika itu dibutuhkan maka kami menyiapkan kembali perjalanan," terang dia.

Kuswardojo menungkapkan, masyarakat banyak yang memilih keberangkatan pada tanggal 18, 19, dan 20 Maret 2026. Sebab menurutnya, puncak arus keberangkatan penumpang kereta api diprediksi akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang.

"Secara keseluruhan kita lihat sampai dengan kemarin untuk penjualan tiketnya itu keberangkatan 18, 19, dan 20 Maret 2026, terutama untuk ke arah timur itu sudah keterisiannya mencapai sekitar 75 persen. Nanti yang menjadi puncak tentunya di 19 untuk arus keberangkatan 19 Maret itu nanti diperkirakan akan menjadi puncak," jelas Kuswardojo.