Liputan6.com, Medan - Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejati Sumut) kembali menunjukkan taringnya dalam mengusut tuntas dugaan korupsi pada proyek prestisius di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.Â
Terbaru, mantan petinggi perusahaan konsultan plat merah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Sosok berinisial ET, mantan General Manager (GM) atau Kepala Wilayah IV Medan PT Yodya Karya, menyusul rekan sejawatnya ke balik jeruji besi.Â
Advertisement
Ia diduga terlibat dalam skandal penyimpangan proyek pembangunan Waterfront City Pangururan dan Tele Tahun Anggaran 2022.
Sebagai konsultan pengawas, ET seharusnya menjadi benteng terakhir untuk memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi. Namun, penyidik menemukan fakta sebaliknya.
"Tersangka ET diduga tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Ia gagal memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak, yang berujung pada kerugian negara mencapai Rp 13 miliar," ungkap Kasi Penkum Kejati Sumut, Rizaldi, Rabu (4/2/2026).
Â
Ditahan di Tanjung Gusta Medan
Setelah mengantongi minimal dua alat bukti yang sah, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) tidak membuang waktu.Â
ET langsung digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan untuk masa penahanan awal selama 20 hari ke depan.
Penahanan ET menambah panjang daftar pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.Â
Sebelumnya, pada 27 Januari 2026, Kejati Sumut telah lebih dulu menahan ESK, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.
Atas perbuatannya, ET dijerat dengan pasal berlapis dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta pasal terkait dalam KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023), dengan ancaman hukuman penjara yang cukup berat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492376/original/055069400_1770171879-46e29567-e499-4d0e-b395-51f1b1f8a873.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312461/original/030286400_1785494655-email-attachment_2026_07_31_ariefhakim-at-klyid_prabowo-subianto-sebut-semua-negara-gagal-karena-elitnya-ribut_1000393888.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4281643/original/018815100_1672835044-Pemintal_benang_kebayoran-IMAM_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314175/original/014930200_1785736144-email-attachment_2026_08_03_dimaswicaksana_dewas-kpk-ungkap-terima-15-aduan-pelanggaran-etik-1-dijatuhi-sanksi-berat_IMG-20260803-WA0039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311997/original/071966300_1785474424-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_12.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306883/original/050610400_1784913812-jam3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311161/original/034318600_1785390782-WhatsApp_Image_2026-07-30_at_12.38.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311637/original/001049900_1785413662-936580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311383/original/005764600_1785401514-1001511074.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310658/original/021893500_1785329808-IMG_20260729_193740_869.jpg)