Jalur Pantura Kudus-Pati Macet Belasan Kilometer Akibat Banjir

Banjir menyebabkan jalur pantura Kudus-Pati macet parah hingga mengular belasan kilometer.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kudus - Banjir yang menggenangi Jalan Pantura Kudus–Pati memicu kemacetan parah di ruas jalan nasional di wilayah tersebut. Genangan air dengan ketinggian 50 centimeter ini, merendam ruas jalan Pantura di wilayah Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus sejak Senin (12/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026).

Kemacetan panjang terjadi dari dua arah, baik kendaraan dari arah barat (Kudus) maupun timur (Pati). Arus lalu lintas tersendat akibat genangan air yang merendam badan jalan.

Dari arah barat, antrean kendaraan sepanjang 4 kilometer. Bahkan kemacetan itu mencapai depan Polsek Mejobo yang berada di Jalan Lingkar Selatan Kudus.

Sementara dari arah timur atau Pati menuju Kudus, kemacetan sudah terjadi hingga perempatan wilayah SPBU Kerawang Jekulo.

Genangan banjir di ruas Pantura Kudus–Pati Desa Ngembalrejo ini, disebabkan oleh luapan air dari Sungai Dawe. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 50 sentimeter, sehingga kendaraan roda empat harus melaju pelan.

Selain banjir, kemacetan juga diperparah dengan aktivitas alat berat berupa ekskavator yang beroperasi di sekitar Jembatan Ngembalrejo.

Ekskavator tersebut digunakan untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.

Tumpukan sampah yang berada di bawah jembatan tersebut menghambat aliran air sungai. Karena itu, air meluap dan menggenangi kawasan sekitar, termasuk ruas Jalan Pantura Kudus–Pati.

 

Arus Lalu Lintas Dialihkan

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Polres Kudus mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif sisi utara dari rute UIN Sunan Kudus ke utara hingga perempatan SPBU Karawang.

Jalur tersebut menjadi satu-satunya alternatif yang masih dapat dilalui, lantaran jalur Kudus menuju Mejobo juga lumpuh akibat terendam banjir.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean mengaku telah menerjunkan sejumlah personel ke lokasi kemacetan. Langkah itu guna mengurai kemacetan dan membantu pengguna jalan.

“Selain mengatur lalu lintas, anggota kami juga membantu pengendara, khususnya sepeda motor yang mogok saat menerjang banjir,” ujar Royke.

Pihak Satlantas Polres Kudus memberlakukan sistem buka tutup jalan, sebab masih adanya aktivitas ekskavator yang melakukan pembersihan sampah di sekitar jembatan.

“Kami berlakukan buka tutup jalan karena masih ada alat berat yang bekerja membersihkan sampah,” pungkasnya.