Duka Warga Maninjau Sumbar, Banjir Bandang Menerjang di Malam Tahun Baru Rusak Sejumlah Bangunan

Beruntung tidak ada korban jiwa saat banjir bandang kembali menerjang Maninjau karena warga lebih dulu mengungsi.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandan kembali menerjang kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Bencana ini merupakan susulan dari rentetan bencana yang melanda provinsi ini satu bulan terakhir.

Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono mengatakan banjir bandang dini hari tadi setidaknya menghancurkan lima rumah dan dua villa.

“Iya galodo jam 02.00 WIB, namun dari jam 10 air sudah turun dari perbukitan,” ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis (1/1/2026).

Banjir bandan menerjang kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Bencana ini merupakan susulan dari rentetan bencana yang melanda provinsi ini satu bulan terakhir.

Kalaksa BPBD Agam, Rahmad Lasmono mengatakan banjir bandang dini hari tadi setidaknya menghancurkan lima rumah dan dua villa.

“Iya galodo jam 02.00 WIB, namun dari jam 10 air sudah turun dari perbukitan,” ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis (1/1/2026).

Tak Ada Hujan, Perbukitan Longsor Bersama Air Bawa Material

Rahmad mengatakan kondisi cuaca di kawasan Maninjau saat ini cerah, begitu juga tadi malam ketika kejadian tidak terjadi hujan. Namun di perbukitan terjadi longsor dan air yang cukup banyak membawa material lumpur serta bebatuan.

Hingga kini, air masih mengalir dari perbukitan dan pihaknya mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan. BPBD Agam juga masih memberlakukan status tanggap darurat hingga 5 Januari 2025.

Rentetan Bencana Sumbar

Bencana banjir bandang dan longsor melanda Sumatera Barat sejak akhir November 2025. Hingga satu bulan setelahnya bencana masih melanda terutama saat hujan deras mengguyur.

Di Sumbar, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data per 1 Januari 2025 tercatat 262 orang meninggal dunia dan 74 orang dinyatakan hilang akibat bencana yang melanda. Sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak, dengan total pengungsi mencapai sekitar 9.900 jiwa.

BNPB juga mencatat 7.742 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 2.691 rumah rusak berat, 971 rumah rusak sedang, dan 4.080 rumah rusak ringan. Data ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.