Guru di Serang Wajib Cicipi Menu MBG Dulu Sebelum Dibagikan ke Para Siswa

Saat ini, untuk memastikan makanan tersebut aman dan tidak menyebabkan keracunan, para guru mencicipinya terlebih dulu sebelum diberikan ke para murid.

Diterbitkan 30 September 2025, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Serang - Kota Serang telah memiliki 36 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun pemerintah belum mengetahui apakah mereka sudah mengantongi sertifikat halal, sehat hingga higienis dalam memenuhi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Mengenai sertifikat higienis nanti saya cek. Saya belum memastikan ke arah sana. Nanti sertifikat halal ada di Kemenag, sertifikat kesehatan dan di Dinkes," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri, dikonfirmasi di Puspemkot Serang, Senin, (29/09/2025).

Saat ini, untuk memastikan makanan tersebut aman dan tidak menyebabkan keracunan, para guru mencicipinya terlebih dulu sebelum diberikan ke para murid.

Selanjutnya, pihak sekolah mengecek langsung ke dapur SPPG untuk mengetahui proses memasak, kehigienisan hingga alur distribusinya.

 

Kontrol Menu MBG

Ahmad Nuri juga mendorong pihak sekolah melakukan hal tersebut ke seluruh dapur SPPG, untuk mencegah siswa keracunan seperti di Bandung Barat, Jawa Barat.

"Seperti di SDN 2 Kota Serang, mereka gurunya coba dulu beberapa makanannya. Kemudian sekolah juga memastikan makanannya higienis, delivery tepat pada waktunya, sekolah sudah didorong ke sana," terangnya.

Sempat beredar kabar MBG di Kota Serang tidak hanya nasi, lauk, buah-buahan hingga susu. Namun juga diselingi oleh telur rebus hingga biskuit, namun hal tersebut dibantah oleh Kepala Disdik.

Dirinya mengaku belum menemukan kejanggalan tersebut, karena seharunya MBG berisikan nasi, sayur, daging, telur, hingga susu.

"Saya belum menerima laporan, tapi selama saya berkunjung ke sekolah MBG itu ada nasi, ada lauknya, ada buahnya, saya belum melihat atau tahu dikonversi menjadi makanan atau semacam snack seperti itu," jelasnya.