SPPG yang Memasak Menu MBG Roti Sosis Berujung Puluhan Siswa Keracunan di Lampung Belum Bersertifikat

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bumi Agung, Lampung Timur, yang mengolah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat peristiwa dugaan keracunan puluhan siswa, diketahui belum memiliki sertifikasi laik higienis dan sanitasi.

Diterbitkan 29 September 2025, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bumi Agung, Lampung Timur, yang mengolah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dugaan keracunan massal siswa belum memiliki sertifikasi laik higienis dan sanitasi.

Informasi itu disampaikan Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Lampung, Saipul, setelah melakukan klarifikasi terhadap SPPG terkait.

“Untuk SPPG Lampung Timur kemarin menurut penjelasan dari mitra SPPG-nya, belum ada sertifikat laik higienis dan sanitasi,” kata Saipul, Senin (29/9/2025).

 

Sertifikat Belum Diurus Dinas

Saipul bilang, pengelola SPPG beralasan sertifikasi tersebut belum diurus oleh dinas terkait. Selain itu, SPPG yang bersangkutan juga baru mulai beroperasi pada awal September 2025.

Sementara itu, terkait hasil uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, Satgas menyebut hasilnya belum keluar.

“Hasil uji lab belum keluar, baik dari Labkesda, Dinas Kesehatan Lampung Timur maupun BPOM,” jelas dia.

35 Siswa Keracunan

Sebelumnya, Puluhan pelajar tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Lampung Timur mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Polisi mencatat, total ada 35 siswa yang terdampak insiden tersebut.

Para pelajar tersebut dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah-muntah setelah memakan roti sosis berisi keju yang diduga berjamur.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengonfirmasi peristiwa tersebut. Yuni bilang, sebagian korban masih harus menjalani perawatan medis.

"Benar, kemarin sejumlah pelajar di Lampung Timur mengalami gejala pusing hingga muntah usai menyantap sosis yang diduga berjamur," kata Yuni, Sabtu (27/9/2025).

Yuni menjelaskan, dari total 35 pelajar, 16 di antaranya masih dirawat inap, sementara 19 lainnya sudah diperbolehkan pulang. Pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Lampung Timur sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Langkah itu dilakukan guna memastikan penyebab pasti munculnya gejala keracunan tersebut. "Tim Polres Lampung Timur bersama Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan. Sampel makanan sudah diamankan untuk uji laboratorium," ujarnya.

Yuni juga mengingatkan pihak penyedia makanan MBG agar lebih berhati-hati dalam menyiapkan menu untuk siswa. "Kami mengimbau pihak penyedia agar benar-benar memperhatikan kualitas makanan, mengingat program ini menyasar anak-anak sekolah," tutupnya.