Â
Liputan6.com, Makassar - Aparat kepolisian menjaga ketat sidang empat terdakwa kasus makar asal Sorong, Papua, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin siang (8/9/2025). Penjagaan itu dilakukan usai puluhan mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa menuntut empat terdakwa dibebaskan.
Empat terdakwa tersebut adalah Abraham G Gamam (AGG), Piter Robaha (PR), Maksi Sangkek (MS), dan Nikson Mai (NM). Mereka diketahui merupakan aktivis Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB).
Advertisement
"Iya betul kita kerahkan ratusan pengamanan. Dari kami (Polrestabes Makassar) ada 253 personel," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin.
Terpisah, Humas PN Makassar, Sibali, membenarkan sidang empat terdakwa itu mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian. Menurutnya, hal tersebut untuk mengantisipasi potensi kericuhan saat sidang berlangsung.
"Tentunya ada beberapa pengaman dari Polrestabes Makassar, Polsek Ujung Pandang bahkan dari Polda Sulsel. PN Makassar ini adalah tempat mencari keadilan, jadi harus dijaga agar tetap aman," ujarnya.
Sibali menjelaskan agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang lanjutan rencananya digelar Senin pekan depan, 15 September 2025.
"Sidang hari ini yaitu pembacaan dakwaan dari JPU. Prosesnya berjalan lancar, termasuk pemeriksaan legalitas standing bagi pengacara terdakwa," jelasnya.
Â
Tuntutan Mahasiswa Papua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341465/original/054658400_1757314032-1000895206.jpg)
Sementara itu, di luar gedung pengadilan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Pelajar Peduli Rakyat Papua (FSMP-PRP) menggelar demonstrasi. Mereka berorasi, membentangkan spanduk, hingga membakar ban sebagai bentuk protes terhadap persidangan.
"Kami meminta agar Pengadilan Negeri Makassar segera membebaskan empat tahanan politik asal Kabupaten Sorong," kata jenderal lapangan aksi, Yuwen Beka Wenda melalui pengeras suara.
Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka suarakan secara bergantian melalui pengeras suara.
"Kami mendesak agar empat tapol NRFPB dibebaskan tanpa syarat dan dipulangkan ke tanah Papua. Kami menuntut kepolisian di Kota Makassar segera membebaskan mereka tanpa syarat dan memulangkannya ke tanah Papua," ucap Yuwen.
Yuwen juga meminta agar intimidasi dan teror terhadap aktivis yang memperjuangkan keadilan, kemerdekaan, serta kedamaian di Papua segera dihentikan.
"Kami mendesak negara segera membuka dialog sebagaimana diajukan empat aktivis NRFPB di Sorong untuk mengakhiri konflik di tanah Papua, bukan menambah jumlah aparat militer secara berlebihan," tambahnya.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/721398/original/027674400_1632628540-Screen_Shot_2021-09-26_at_11.54.50.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341457/original/048035200_1757313671-1000895228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371708/original/005900800_1476258392-Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263639/original/016182700_1781947723-778419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263612/original/095035500_1781945422-777874.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263266/original/063472100_1781873628-775009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262806/original/030546800_1781849066-773543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261817/original/031020200_1781758697-769133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260136/original/069719400_1781577134-pengungkapan-kasus-pembunuuhan-drw1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259203/original/001347300_1781491494-kasus-pembunuhan-mks-drw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542796/original/037226800_1774957477-Chef_Gunadi2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256899/original/013596100_1781174982-741940.jpg)