Protes Harga Pakan Ayam Melonjak, Peternak di Solo Mandi Jagung dan Bagi-bagikan Ayam

Aksi mandi jagung dilakukan peternak ayam sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak bisa memberikan solusi terhadap kenaikan harga pakan ayam.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 11:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Solo - Puluhan peternak ayam rakyat di Solo menggelar aksi mandi jagung di Bundaran Gladak, Solo, Selasa (26/8/2025). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga jagung yang diniainya tidak berpihak pada peternak ayam. Dalam aksi unjuk rasa itu, para peternak juga menyuarakan desakan mundur kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman jika tidak bisa mencarikan solusi. 

Dalam aksinya para pengunjuk rasa membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Ganti Mentan, Bentuk Kementerian Peternakan', 'Jagung Mahal Katul Mahal', dan lainnya.

Koordinator peternak ayam rakyat Solo Raya, Parjuni, mengatakan aksi demo itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak memberikan perhatian kepada peternak atas kenaikan harga pakan jagung. Kenaikan harga jagung itu cukup memberatkan bagi peternak ayam petelur maupun ayam broiler.

"Hari ini kita ketahui bersama kenapa kita melakukan aksi adalah naiknya harga jagung yang mahal. Pemerintah tahu tidak kalau harga jagung sudah semahal ini," kata Parjuni di depan peserta aksi demo di Bundaran Gladak, Solo pada Selasa (26/8/2025).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, harga pakan jagung saat ini di pasaran mencapai Rp7 ribu per kilogram. Kisaran harga tersebut dinilai cukup tinggi karena patokan harga pemerintah untuk pakan jagung itu mencapai Rp5.500 per kilogram.

"Harga jagung Rp7 ribu, bahkan itu sudah di atas harga yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah menetapkan harga Rp5.500 sekarang sudah menjadi Rp7 ribu lebih. Bahkan nanti diperkirakan naik menjadi hampir Rp8 ribu di mana jagung mengalamai krisis kembali," ucapnya.

Padahal menurut Parjuni, berdasarkan informasi dari pemerintah melalui Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyampaikan terdapat kelebihan stok jagung nasional sebanyak 4 juta ton.

"Angka 4 juta ton itu bukan angka kecil karena ini kebutuhan untuk kira-kira hampir tiga bulan nasional. Jadi ini sesuatu yang aneh yang harus kita cek, kita minta kepada pemerintah di mana penyimpanannya," ujarnya.

 

Aksi Mandi Jagung

Parjuni juga mempertanyakan sikap pemerintah yang tidak bisa menurunkan harga pakan jagung, padahal suplai jagung masih melimpah hingga 4 juta ton. Menurut dia, jagung merupakan masalah yang pokok bagi peternak karena hampir 50 persen kebutuhan pakan merupakan jagung.

"Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyediakan ada program SPHP, ada program cadangan pangan juga ada. Pemerintah harus segera memahami ini dan harus segera mewujudkannnya," katanya.

Oleh sebab itu jika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak bisa mengatasi persoalan kenaikan harga pakan jagung itu, dirinya lebih baik mundur dari jabatan menteri pertanian.

"Kita minta kepada pak menteri penyediaan jagung ini on time setiap saat, kita punya Bulog, kita punya direktur pangan, direktur pakan artinya itu bisa kolaborasi untuk menyediakan jagung di tingkat peternak," ujarnya.

"Karena mayoritas 80 persen kebutuhan jagung di negara kita peternak rakyat. Kalau memang pak menteri nggak bisa menyesaikan ini lebih baik diganti aja. Mundur lebih bagus," tambahnya.

Selain orasi, dalam demo itu juga dilakukan aksi mandi jagung oleh peternak dan juga dua superhero. Aksi mandi jagung dilakukan di atas mobil bak terbuka.

Tak hanya itu, peternak juga membagikan jagung rebus, telur rebus hingga ayam broiler kepada para pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Tak ayal adanya aksi demo peternak ayam menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di jalan tersebut sempat tersendat.