Kronologi Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, Api Meluas ke Sisi Utara

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui.

Diterbitkan 03 September 2026, 05:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TPA Putri Cempo Solo terbakar Rabu malam, penanganan masih berlangsung.
  • Api meluas dari blok B ke utara, dekat perbatasan Karanganyar.
  • Petugas pemadam, alat berat dikerahkan; BPBD siaga antisipasi dampak.

Liputan6.com, Jakarta - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, terbakar pada Rabu (2/9/2026) malam. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan hingga malam masih dalam penanganan petugas.

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diterima Lurah Mojosongo Katarina Kartika Panca Chris Daryani dari Ketua RW 30. Saat mendapat kabar tersebut, Katarina mengaku masih dalam perjalanan pulang.

“Saya ditelepon sama Pak RW 30, katanya Putri Cempo kebakaran. Kebetulan saya juga masih di jalan, belum pulang, kalau mengabari kalau TPA Putri Cempo kebakaran,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, titik kebakaran berada di blok B TPA Putri Cempo. Api kemudian meluas ke sisi utara, tepatnya area yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Karanganyar.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Katarina mengatakan kebakaran di kawasan TPA tersebut terjadi hampir setiap tahun, meski sebelumnya tidak sampai menimbulkan kebakaran besar.

“Memang ini kayak tahunan gitu ya, tapi dulu nggak sempat kebakaran besar,” katanya.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan. Pemadaman dilakukan dari dua sisi, yakni utara dan barat.

Dari sisi utara, empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Sementara dari sisi barat, dua mobil pemadam turut melakukan upaya pemadaman.

Selain armada pemadam, sejumlah alat berat juga dikerahkan untuk membantu proses penanganan. Buldoser dan ekskavator dimasukkan ke area PLTSa Putri Cempo.

Di tengah proses pemadaman, kondisi warga di sekitar lokasi dilaporkan masih aman. Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Mojosongo berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta untuk mengantisipasi dampak kebakaran.

BPBD juga telah menghubungi pihak kelurahan terkait rencana pendirian dapur umum. Tim medis dan relawan turut disiagakan sebagai langkah antisipasi.

“Kalau persiapan dari kelurahan. Ini tadi dari BPBD sudah menghubungi kami kalau mau mendirikan dapur umum di kelurahan. Terus ini tadi juga dari tim medis dan dari relawan-relawan sudah stand by,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6