Konflik Keraton Surakarta Lahirkan Dua Versi Sekaten

Kedua kubu masing-masing membuat sekaten.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 13:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Momen peringatan Sekaten dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kembali memanaskan polemik di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dua kubu yang berselisih soal kepemimpinan sama-sama menggelar Pasar Malam Sekaten di waktu dan tempat berbeda, yakni Alun-alun Selatan dan Alun-alun Utara.

Pantauan di lokasi sejumlah wahana di pasar malam Alun-alun Selatan sudah beroperasi sejak beberapa hari. Ada komedi putar, bianglala, tong setan, kora-kora hingga playground anak-anak.

Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbay, mengatakan Sekaten di Alun-alun Selatan sudah dimulai sejak 25 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga awal September.

"Kalau yang di selatan itu izinnya setahu saya mulai 25 Juli sampai awal September, tanggal 5 apa 8 September gitu," ujar Rumbay, Senin (27/7/2026).

 

Saling Singgung Soal Izin

Rumbay menyebut awalnya pihaknya ingin menggelar pasar malam menyambut Sekaten di Alun-alun Selatan dan Utara. Namun rencana itu batal karena tahun lalu sempat tidak dibolehkan Lembaga Dewan Adat (LDA).

"Kan sebenarnya, izinnya dari Sinuhun Paku Buwono XIII itu kan si penyelenggara itu kan Alun-alun Selatan dan Utara. Nah, tapi kan utaranya terus dijelek-jeleki sama LDA itu," bebernya.

Ia mencontohkan tahun lalu PB XIII memberi izin ke Diana Ria untuk memakai Alun-alun Utara dan Selatan. Tapi saat itu KPH Eddy Wirabhumi dan GKR  Wandansari alias Gusti Moeng dari LDA menyebut Alun-alun Utara tidak bisa dipakai karena jalur hijau.

"Jadi karena kemarin ada kata-kata tidak boleh digunakan itu dari yang tahun lalu lho. Nah itu yang membuat kita sebenarnya akhirnya protes gitu lho. Kenapa kok kemarin tahun lalu kamu ngomong kayak gitu kok sekarang kamu pergunakan," sindir Rumbay.

 

 

Kubu LDA : Sudah Ada Izin dari PB XIV Hangabehi

Sementara itu, pasar malam Sekaten versi LDA kubu PB XIV Hangabehi digelar di Alun-alun Utara. Saat ini sejumlah wahana masih dalam proses pemasangan dan uji coba.

Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, menyebut pembukaan Sekaten di Alun-alun Utara dimulai 2 Juli sampai 30 Agustus 2026.

"Sudah ada beberapa wahana sudah berdiri, sampun. Kurang beberapa nanti insyaallah sampai tanggal 2 akan lengkap," ungkapnya.

Alasan memilih Alun-alun Utara karena lokasinya terhubung langsung dengan Masjid Agung Solo, tempat 2 pasang gamelan akan ditabuh. Terkait protes izin, Edy menegaskan pihaknya sudah mengantongi izin dari rajanya.

"Ya, karena kan kita juga ada izin tersendiri dari Raja kami ya. Jadi menurut saya itu tidak perlu ditanggapi," pungkasnya.

Momen Sekaten yang biasanya menjadi agenda budaya dan hiburan rakyat Solo, kini justru menjadi panggung lanjutan perseteruan dua kubu Keraton Surakarta dalam memperebutkan legitimasi kepemimpinan.

Konflik internal keraton Surakarta melahirkan dualisme kepemimpinan antara KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta Pakubuwono XIV.

KGPH Purboyo mengukuhkan diri sebagai Pakubuwono XIV di hadapan jenazah Pakubuwono XIII. Dia mendapat dukungan oleh sebagian kerabat seperti GKR Timur Rumbai.

Sementara itu KGPH Hangabehi didaulat sebagai Pakubuwono XIV melalui rapat keluarga besar di Sasana Handrawina yang difasilitasi Lembaga LDA dan Tedjowulan.

Reporter: Merdeka.com/Arie Sunaryo

Â