Air PDAM Tak Mengalir, Warga Depok: Telat Bayar Kena Denda

Hingga Rabu pagi, aliran air di Perumahan Permata Depok belum juga kembali normal.

Diterbitkan 02 September 2026, 11:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Asasta mengeluhkan aliran air yang terhenti di sejumlah wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mencuci pakaian, hingga memandikan anak.

Salah seorang pelanggan, Tama, mengatakan air PDAM Tirta Asasta tidak mengalir sejak Selasa (1/9/2026) sore. Hingga Rabu pagi, aliran air di Perumahan Permata Depok belum juga kembali normal.

"Saya sebagai pengguna air PDAM jadinya susah mau masak, cuci, dan mau mandi anak sekolah," ujar Tama, Rabu (2/9/2026).

Tama mengatakan dirinya mendapat informasi dari tetangga bahwa gangguan terjadi karena adanya perbaikan jaringan. Perbaikan disebut akan dilakukan pada Rabu sekitar pukul 21.00 WIB dengan estimasi pengerjaan sekitar tujuh jam.

"Kemungkinan besok pagi baru ada air, jadi hari ini kita ga dapat air," jelas Tama.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Tama mendapat bantuan dari tetangga yang menggunakan air sumur. Sementara warga lain yang tidak memiliki akses air sumur terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan rumah tangga.

Tama mempertanyakan tanggung jawab PDAM atas gangguan pelayanan tersebut. Menurutnya, pelanggan tetap dikenakan denda ketika terlambat membayar tagihan.

"Tanggung jawab PDAM seperti apa ini seharusnya ada tanggung jawabnya, sebagai pengguna aja kalau telat bayarnya kena denda diatas Rp 15 ribu," tegas Tama.

Keluhan serupa disampaikan pelanggan PDAM Tirta Asasta di wilayah Beji, Suterisna. Ia mengatakan air PDAM tidak mengalir sejak Selasa siang.

Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan warga karena terjadi saat musim kemarau. Suterisna mengatakan warga tidak dapat sepenuhnya mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ini tidak ada pemberitahuan (PDAM Tirta Asasta), ini bagaimana tidak ada pemberitahuan sama sekali," tutur Suterisna.

Selain minim informasi, Suterisna juga mengeluhkan tidak adanya petugas PDAM Tirta Asasta yang datang melakukan pengecekan ke rumah pelanggan. Gangguan aliran air membuat warga kesulitan mencuci pakaian dan peralatan makan.

"Padahal tagihan bulanan kita bayarkan tepat waktu, sekarang malah begini, jadi kita harus mengeluarkan duit lagi buat beli air isi ulang," keluh Suterisna.

Berdasarkan data sementara, gangguan aliran air PDAM Tirta Asasta terjadi di Kecamatan Beji, Pancoran Mas, Cipayung, Sawangan, Limo, dan Cinere. Sebagian wilayah Sukmajaya dan Cilodong juga terdampak.

 

Penjelasan PT Tirta Asasta

Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, Sudirman, meminta maaf atas gangguan pelayanan yang dialami pelanggan. Ia menjelaskan gangguan terjadi akibat masalah pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam.

"Terjadi gangguan pada instalasi pengolahan air IPA Citayam," tutur Sudirman.

Gangguan tersebut berdampak pada pelayanan sekitar 30 ribu pelanggan yang tidak dapat dialiri air bersih. PDAM Tirta Asasta kemudian melakukan perbaikan terhadap instalasi yang mengalami kerusakan pada bagian kabel power.

"Kabel power yang terbakar menyebabkan operasi pompa seluruhnya terhenti," kata Sudirman.

Sudirman mengatakan perbaikan membutuhkan waktu sekitar tiga jam, sedangkan normalisasi aliran air diperkirakan berlangsung selama enam jam setelah perbaikan selesai.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama gangguan, PDAM Tirta Asasta juga mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki dengan total 90 ribu liter air.

"Kami memahami gangguan yang terjadi karena air sangat dibutuhkan masyarakat dan kami meminta maaf kepada pelanggan, serta berupaya melakukan perbaikan secara maksimal," pungkas Sudirman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6