Kesenian Kuntulan, Warisan Budaya Yogyakarta Perpaduan Tari dan Selawat

Karena menggabungkan tari dan selawat, kuntulan termasuk sebuah kesenian bernafaskan agama Islam. Syair-syair yang dinyanyikan dalam kesenian ini adalah selawat nabi.

Diterbitkan 30 Mei 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Kuntulan merupakan kesenian asli Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memadukan tarian dengan selawat. Kesenian ini berkembang di desa-desa Yogyakarta dan kabupaten di sekitarnya, salah satunya di Minggir (Sleman).

Mengutip dari laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, kuntulan merupakan kesenian yang bersifat sangat sederhana. Gerakan, iringan musik, kostum, dan riasan yang dikenakan penari keseluruhannya tergolong sederhana.

Karena menggabungkan tari dan selawat, kuntulan termasuk sebuah kesenian bernafaskan agama Islam. Syair-syair yang dinyanyikan dalam kesenian ini adalah selawat nabi.

Selain sebagai hiburan, dahulu kuntulan juga berfungsi sebagai media dakwah agama Islam. Melalui kesenian kuntulan, diharapkan penonton dapat mengerti dan memahami agama Islam.

Kesenian ini juga digunakan sebagai media ungkapan syukur kepada Tuhan. Hal itu dapat dilihat dari syair berupa puji-pujian kepada Tuhan dalam pertunjukannya.

Nuansa islami dalam kuntulan terletak pada pembacaan kitab Al-Barzanji sebagai syair utama. Kesenian ini menggunakan instrumen terbang dan bedug yang sederhana.

Namun, untuk kesenian kuntulan kundaran biasanya iringan musiknya ditambah dengan jidor, kendang, gong, hingga organ. Untuk syairnya juga menggunakan ayat Al-Barzanji.

 

Pencak Silat

Sementara itu, tarian dalam kuntulan berupa gerakan pencak silat secara bersama-sama. Beberapa gerakan utamanya adalah menghentak yang diikuti kuda-kuda, pukulan, dan tendangan.

Gerakan pada tarian ini seolah seperti orang sedang berkelahi. Gerakan tersebut diiringi dengan tabuhan terbang dan alunan syair berbahasa Arab dari para penyanyinya. Ketiga unsur ini saling beriringan dan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam kuntulan.

Saat ini, kuntulan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Yogyakarta pada 2017. Lokasi persebaranny sebagian besar berada di Kabupaten Sleman.

Penulis: Resla