Mengenal Rukem, Primadona Buah-buahan di Kalangan Anak-Anak Betawi Era 90-an

Rukem dikenal sebagai indian prune. Bentuknya mirip seperti buah buni, yang juga merupakan salah satu buah yang dulu banyak ditemukan di pekarangan rumah orang Betawi.

Diterbitkan 01 Juni 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keragaman tumbuhan, termasuk buah-buahan, telah menjadi identitas yang begitu melekat dengan kehidupan masyarakat Betawi hingga kini. Salah satu buah yang menjadi primadona di kalangan anak-anak Betawi tempo dulu adalah rukem.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, ragam tumbuhan di wilayah Betawi kerap dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan hingga obat-obatan. Khusus untuk buah-buahan, hampir seluruh lapisan masyarakat Betawi menyukainya.

Begitu pula dengan rukem yang sempat menjadi primadona bagi anak generasi 90-an di Betawi. Bahkan, dahulu setiap rumah orang Betawi memiliki pohon buah ini di pekarangan belakang rumah, sawah, hingga jalan-jalan menuju ke sekolah.

Rukem dikenal sebagai indian prune. Bentuknya mirip seperti buah buni, yang juga merupakan salah satu buah yang dulu banyak ditemukan di pekarangan rumah orang Betawi.

Buah ini berbentuk bulat gepeng, mengarah ke bulat telur. Warnanya beragam, mulai dari hijau muda menjadi merah jambu atau hijau lembayung berangsur menjadi merah tua.

Daging buahnya berwarna putih dan banyak mengandung air. Rasa airnya cenderung asam dan jika dimakan langsung akan terasa sepat.

Biasanya, orang-orang akan memijat buah rukem hingga terasa lunak terlebih dahulu sebelum memakannya untuk mengurangi rasa sepat tersebut. Buah ini cocok dijadikan asinan, rujak, atau selai. 

Rukem memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti untuk pencernaan, membantu menurunkan berat badan, hingga mengatasi sariawan. Rukem mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin C, serta serat yang baik untuk tubuh.

 

Daerah Lain

Selain dikenal di Betawi, rukem juga dikenal di wilayah lain. Rukem di daerah Jawa dikenal dengan nama rukem, gandarukem, atau gerendang.

Sementara itu di wilayah Kalimantan, rukem biasa disebut dengan nama klangtatahkutang. Rukem sebenarnya juga kerap ditemukan di Nusa Tenggara Barat dengan sebutan lobe-lobe.

Selain di Indonesia, buah ini juga ditemukan di wilayah negara lain, seperti di Jepang dengan sebutan jawa ruanda, di Filipina dengan sebutan rukam, dan di Thailand dengan sebutan ta khop thai. Sayangnya, saat ini masa kejayaan rukem di wilayah Betawi mulai habis. Rukem kini kian langka dan sulit ditemukan di sudut-sudut rumah orang Betawi.

Penulis: Resla