Sukses

Bolehkah Pengidap Kolesterol Tinggi Boleh Makan Daging Kurban? Begini Pandangan Medisnya

"Makan daging kurban bagi pengidap kolesterol tinggi tidak masalah dan boleh-boleh saja. Asalkan, harus bijak dalam mengonsumsinya dan tidak dilakukan secara berlebihan"

Liputan6.com, Bandung - Hari Raya Idul Adha menjadi momen ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Hari raya yang juga dikenal dengan Lebaran Kurban ini, biasanya tersedia banyak makanan berbahan baku daging.

Namun, bagi Anda yang mengidap kolesterol tinggi perlu waspada karena daging kurban yang berasal dari kambing atau sapi, berpotensi memicu kolesterol.

Menurut General Practitioner Klinik Laboratorium Pramita, dr. Carla Pramudita Susanto, Anda juga perlu menyiasati agar makan daging kurban tetap aman tanpa takut kolesterol naik.

"Makan daging kurban bagi pengidap kolesterol tinggi tidak masalah dan boleh-boleh saja. Asalkan, harus bijak dalam mengonsumsinya dan tidak dilakukan secara berlebihan," ujar Carla dicuplik dari laman Hello Sehat, Selasa, 11 Juni 2024.

Carla mengatakan pada dasarnya, semua makanan yang berasal dari hewan pasti mengandung kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh.

Peran kolesterol untuk tubuh adalah untuk membangun dinding sel, vitamin, dan menghasilkan berbagai hormon agar tubuh tetap sehat. Ada dua jenis kolesterol dalam tubuh, yaitu:- High Density Lipoprotein (HDL) atau biasa disebut kolesterol baik- Low-Density-Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.

"Terlalu banyak konsumsi daging dapat meningkatkan kadar LDL, sehingga menyebabkan aterosklerosis," kata Carla.

Aterosklerosis adalah kondisi penumpukan plak (timbunan lemak) yang dapat menghalangi aliran darah. Plak tersebut terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lain yang ditemukan dalam darah.

Pada kondisi yang lebih serius, penumpukan lemak tersebut dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi atau stroke.

"Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Daging kurban umumnya terdiri dari kambing, sapi, dan domba," ungkap Carla.

Mengutip situs U.S. Department of Agriculture, dalam satu porsi daging kambing yang sudah dimasak setara 100 gram (3,5 ons) mengandung 75 mg kolesterol.

Sementara daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 92 mg dan daging sapi tanpa lemak mengandung 71 mg kolesterol.

"Lain halnya dengan daging domba yang sudah diolah mengandung sekitar 97 mg kolesterol," jelas Carla.

Secara keseluruhan, daging kambing memang memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah. Namun, hal tersebut juga kembali lagi dengan bagaimana Anda mengolah daging.

Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung, sebaiknya batasi asupan dan tidak mengonsumsi lebih dari 200 mg kolesterol setiap hari.

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Menurunkan Risiko Kolesterol Tinggi

Pada kenyataannya kolesterol naik sering kali disebabkan oleh makanan. Selain tidak berlebihan dalam makan daging kurban, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kolesterol tinggi setelah Idul Adha, di antaranya sebagai berikut:

1. Pilih bagian daging yang rendah lemak

Memilih bagian daging tanpa lemak menjadi salah satu cara yang baik agar kadar kolesterol tetap terjaga. Katakan saja daging kambing yang memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit daripada daging merah lainnya.

Anda juga bisa memilih potongan daging kambing tanpa lemak, seperti bagian rump (area pinggul), leg, betis, dan rack (bahu) untuk nantinya diolah menjadi masakan. Sementara itu, potongan daging sapi tanpa lemak meliputi bagian bulat, chuck, sirloin, atau loin.

2. Mengolah daging kurban dengan cara dibakar atau dipanggang

Melansir situs Wesley Enhanced Living, daging merah yang dibakar atau dipanggang mampu mengurangi kandungan lemak yang ada didalamnya karena lemak menetes saat proses pembakaran.

Meskipun demikian, perlu Anda ingat, jangan memanggang makanan terlalu lama dengan suhu sangat panas agar tidak menghasilkan senyawa yang berpotensi memicu kanker.

Solusinya, Anda bisa mempersingkat waktu pemanasan dengan memotong daging menjadi bagian yang lebih kecil supaya cepat matang pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Pastikan juga untuk membolak-balikkan makanan agar tidak gosong.

3. Imbangi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan

Cara lain untuk menurunkan kolesterol tinggi saat makan kurban, yakni dengan mengimbanginya dengan meningkatkan asupan serat.

Adapun sayuran hijau dan buah-buahan yang bagus untuk Anda konsumsi, seperti bayam, katuk, kangkung, alpukat, apel, atau buah beri.

Sejumlah makanan tersebut mampu mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah Anda.

4. Sempatkan olahraga atau beraktivitas fisik

Setelah makan daging kurban, usahakan tetap aktif dengan berolahraga untuk membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

Pasalnya, olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL).

Sebaiknya, Anda melakukan latihan fisik minimal 30-60 menit, lima kali dalam seminggu. Apabila kesulitan dalam menentukan jenis olahraga yang tepat untuk Anda, segera konsultasikan dengan dokter.

5. Hindari kebiasaan merokok dan minum minuman manis

Cara terbaik untuk menjaga kolesterol tubuh, yakni dengan menghindari kebiasaan yang meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh, seperti merokok dan mengonsumsi minuman manis.

Keduanya bisa memicu kadar trigliserida dalam darah, yang jika dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

6. Cek kadar kolesterol secara rutin

Anda harus memeriksa kadar kolesterol secara berkala atau minimal 5 tahun sekali, terlebih bila memiliki riwayat penyakit tertentu.

Pemantauan kadar kolesterol penting dilakukan meskipun tidak merasakan adanya gejala. Bila perlu, Anda bisa minum suplemen penurun kolesterol setelah makan daging kurban.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.