Sukses

Kue Tradisional Klepon, Tak Cuma Manis tapi Juga Kaya Pesan Kehidupan

Liputan6.com, Yogyakarta - Klepon merupakan kuliner tradisional yang tergolong sebagai jajanan pasar. Klepon memiliki rasa manis dengan tekstur lembut yang banyak disukai.

Umumnya, klepon berwarna hijau, bertabur kelapa muda parut yang gurih, dan berisi kinca atau gula merah cair. Ketika digigit, gula merah yang berada di bagian dalam klepon akan lumer dan meleleh di mulut.

Sensasi inilah yang membuat klepon menjadi salah satu jajanan tradisional yang cukup populer dan masih bertahan hingga kini. Mengutip dari uc.ac.id, klepon bukan sekadar memperkaya variasi kuliner Indonesia, melainkan juga menjadi salah satu warisan budaya Indonesia.

Klepon pun dinilai memiliki simbol dan makna identitas. Menilik dari sejarahnya, rupanya klepon punya sejarah yang panjang di dunia kuliner Indonesia.

Dalam buku 'Nostalgia Kue Tenong' karya Nimpuno, tertulis bahwa tekstur alot yang ada pada klepon akan diikuti rasa manis seiring klepon dikunyah. Hal ini dimaknai sebagai peristiwa sulit akan selalu menemui rasa manis di kemudian hari.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Diperkenalkan Imigran

Sementara itu, kue klepon diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda sejak 1950-an. Tak heran jika klepon bisa dengan mudah ditemui di beberapa restoran Belanda, China, dan Indonesia, seperti yang disebutkan dalam buku 'Indisch Ieven in Netherland' karya J M Meulenhoff.

Penyebutan klepon di beberapa daerah di Indonesia pun mengalami perbedaan. Sebut saja di sekitar Sumatera, Sulawesi, dan Malaysia yang menyebut klepon dengan onde-onde. Sementara di daerah Jawa dan Bali biasa disebut klepon.

Perbedaan penyebutan ini kadang menimbulkan kesalahan persepsi dalam menyebut klepon. Pasalnya, di Jawa, onde-onde merujuk pada jajanan yang terbuat dari tepung ketan dengan taburan wijen. Tentu hal tersebut sangat berbeda dengan klepon, baik dari segi isian maupun metode pembuatan.

Adapun klepon termasuk kue basah yang tidak dapat disimpan berhari-hari. Dianjurkan untuk mengonsumsi klepon paling lama dua hari sejak jajanan pasar ini siap disantap.

Meski demikian, klepon masih bisa dipanaskan dengan cara dikukus sekitar lima menit agar teksturnya kembali kenyal. Namun, mungkin rasanya tidak akan seenak seperti saat pemasakan pertama.

 

Penulis: Resla Aknaita Chak

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS