Sukses

Cerita Muriyansyah Berlari dari Bali ke Jakarta Bawa Puluhan Ton Sampah Plastik

Liputan6.com, Cirebon - Aksi unik dilakukan pelari maraton Muriyansyah dalam mengkampanyekan lingkungan terutama bahaya sampah plastik.

Pelari maraton ini berlari dari Bali menuju Jakarta sambil mengedukasi dan membawa sampah plastik. Rencananya, sampah plastik ini akan dibawa ke Istana sebagai bentuk ajakan kepada Presiden untuk lebih peduli lingkungan.

"Di Cirebon ini sekarang masuk haribke 23 dan saya berlari dari Bali ke Cirebon genap 1000 kilometer," kata Muriyansyah di sela kesiapannya berlari bertemu Presiden, Rabu (10/8/2022).

Muriyansyah yang juga sebagai Ketua Yayasan Muluh Prahita itu menargetkan tiba di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2022. Dia berencana akan bertemu Presiden Jokowi dan ikut upacara bendera di Istana.

Dalam misinya, Muriyansyah ditemani dua anggota TNI. Serta tim kesehatan dan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Yang jelas cape tapi tetap semangat dan pengalaman yang membuat saya masih semangat," ujar dia.

Dia menuturkan, mendapat banyak pengalaman berharga selama berlari dari Bali hingga tiba di Cirebon. Mulai dari warga hingga sambutan pemerintah daerah tempat dia beristirahat.

Selama berlari dan beristirahat di kota kabupaten yang dilintasi, Muriyansyah kerap mengedukasi warga. Sembari itu mengajak pemerintah lebih masif peduli sampah.

"Sampai di Cirebon saya sudah kantongi 60 ton sampah plastik. Dan rencananya akan saya serahkan ke Istana," ujarnya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kondisi Kesehatan

Muriyansyah mengatakan, misi utama aksi lari nya itu mengkampanyekan isu sosialisasi sampah. Memberi kesadaran masyarakat terkait bahaya sampah.

Selain itu, membuat komitmen nyata untuk mulai berhenti mewariskan sampah ke generasi berikutnya.

"Semoga komitmen ini terus terjaga," harapnya. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon Dr M Edial Sanif mengatakan, tiga pelari datang ke Cirebon hari Rabu, 9 Agustus 2022 lalu.

Setibanya di Cirebon, pelari tersebut langsung dilakukan cek kesehatan. Hasilnya tidak ada masalah signifikan.

"Sebelumnya ada pelari pendamping yang diduga ada masalah di Jantung tapi setelah diperiksa lebih detil tidak ada masalah. Pelari utama ada masalah di lutut tapi setelah diperiksa ortopedi dan medis dinyatakan baik kesehatan prima," kata Edial Sanif. 

Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan pada pelari utama memiliki riwayat di lutut. Oleh karena itu, catatan tersebut akan terus dibawa ke tim medis.

"Lutut harus kita pa tau terus karena kan dia pelari maraton tingkat nasional juga," ujar Edial.

Pengurus IDI Jabar Dr Muhamad Lutfi mengatakan, dukungan IDI kepada para pelari dari sisi pemantauan kesehatan.

Jika pelari berhenti di suatu daerah yang dilintasi, maka IDI dan tim medis akan membantu memantau kondisi kesehatan mereka.

"Kami juga dukung kegiatan kampanye lingkungan ini untuk membantu pemerintah menanggulangi sampah," ujar dia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS