Cerita Penjual Es Puter, dari Keliling Kampung Kini Menjemput Impian Thawaf Mengelilingi Kabah

Perjalanan spiritual Ily bersama istri demi menyempurnakan rukun Islam tinggal menghitung hari.

Diterbitkan 16 April 2026, 12:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Kata bijak ini layak disematkan untuk menceritakan perjuangan Ily, penjual es puter di Kabupaten Cirebon demi bisa berangkat haji.

Perjalanan spiritual Ily bersama istri demi menyempurnakan rukun Islam tinggal menghitung hari. Dia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada hari Selasa, (19/5/2026).

Semua ini bermula di 21 tahun silam. Ketika Ily meneguhkan hati untuk menyisihkan hasil pendapatan dari jualan es puter keliling kampung.

"Nabung setiap hari. Beli kursi (pendaftaran haji) dulu. Nabung Rp 50 ribu, seadanya," kata Ily. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Kamis (16/4/2026).

Niat berangkat haji ini yang membuat semangat Ily tidak pernah gentar. Setiap hari dia keliling kampung naik sepeda motor tua. Sedangkan es puter dia tempatkan pada gerobak sederhana di belakang motor.

Ily sudah punya pelanggan setia. Ketika sampai di perkampungan, dia cukup membunyikan bonang, maka warga sudah bergegas datang untuk membeli es.

Bahkan tidak jarang dia juga mendapat orderan prasmanan di hajatan. Jika sudah begini, maka Ily bisa menabung lebih banyak dari biasanya.

"Kalau lagi ramai, kadang-kadang Rp 500 ribu per hari. Kalau ada pesanan Rp 500 ribu. Kalau tiap hari Rp 50 ribu nyisain," ucapnya.

Namun berjualan es puter bukan berarti tanpa risiko. Menurut Ily, pantangan terbesarnya adalah ketika musim hujan. Jika sudah begini, biasanya Ily hanya mampu menabung tidak lebih dari Rp 30 ribu.

Apapun kondisinya, Ily menerima dengan besar hati. Baginya, kunci utama adalah niat. Niat yang tulus dan suci, pasti melahirkan keberkahan.

"Diniatkan saja. Ada saja berkah. Alhamdulillah. Nyangka enggak nyangka (bisa berangkat haji). Sudah niat, pasti berangkat," pungkas Ily.