Kekeringan Meluas di Sukabumi, Warga Manfaatkan Air Keruh

Sebagian sumur warga dilaporkan mengering selama tiga pekan.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Sukabumi kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak empat kecamatan telah melaporkan dampak kekeringan.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi sebaran wilayah yang mengalami krisis air bersih, meliputi Kecamatan Cibadak, Cicurug, Cikembar, dan Nyalindung.

"Hingga pertengahan Juli, tercatat ada empat kecamatan yang melaporkan krisis air bersih cukup ekstrem," ujar Daeng Sutisna dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Dari empat wilayah tersebut, Kecamatan Cibadak menjadi yang terparah, sebagian sumur warga telah mengering selama tiga minggu terakhir, bahkan ada warga yang terpaksa memanfaatkan air keruh.

"Kondisi paling kritis ada di Cibadak, di mana warga terpaksa memanfaatkan air keruh dari kubangan sungai," ungkap Daeng.

Wilayah tersebut juga terluas mengalami kekeringan, dengan meliputi tiga desa sekaligus, yakni Desa Cibadak, Sekarwangi, dan Cibatu. 

 

 

Penyaluran Air Bersih

Menyikapi meluasnya dampak kemarau ini, armada tangki BPBD terus dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke titik-titik krisis di empat kecamatan tersebut, guna mencegah dampak buruk bagi kesehatan warga.

"Kami memprioritaskan pengiriman pasokan air ke wilayah-wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi," jelas dia.

Sejauh ini, total puluhan ribu liter air bersih telah disalurkan, termasuk 15.000 liter ke Cikembar dan 10.000 liter ke Cicurug. BPBD meminta warga di empat kecamatan ini untuk menghemat penggunaan air bersih yang dikirimkan.

"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan bantuan air bersih ini secara bijak dan efisien," tutur dia

Â