Sukses

Terumbu Karang Malingkit Jadi Destinasi Andalan Kalimantan Utara

Liputan6.com, Kalimantan Utara - Di samping pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang industri kepariwisataan, pada 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pariwisata juga berfokus mengembangkan potensi-potensi destinasi yang ada di provinsi termuda ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Ahmad Haerani mengungkapkan, salah satu potensi destinasi yang layak dikembangkan adalah Terumbu Karang Malingkit. Destinasi wisata bahari yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan ini, menurutnya sangat “menjual”.

Selain masih alami, di perairan ini juga memiliki berbagai macam jenis karang dan biota laut yang menjadi pemandangan bawah laut yang indah.

Destinasi lain, adalah Banteng Liar (Bos Javanicus) yang langka dan hidup di padang rumput Long Tua, Desa Long Alongo, Kabupaten Malinau. Area ini masuk kedalam wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM).

"Terumbu Karang Malingkit di Mangkupadi dan Banteng Liar Malinau akan kita buatkan studi kelayakannya tahun ini. Selanjutnya, kita akan sampaikan ke Kementerian Pariwisata agar dapat dikembangkan potensi kepariwisataannya," kata Haerani, dilansir Antara.

Tak hanya potensi wisata alam, Haerani menyebutkan, Kaltara juga memiliki potensi wisata budaya yang bisa dikembangkan. Salah satunya, even Meja Panjang yang dilaksanakan masyarakat Dayak di Pimping, Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dan Setulang, Malinau.

Dikatakan, Dinas Pariwisata Kaltara, bersama dengan Dinas Pariwisata kabupaten/kota telah berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan destinasi wisata di wilayahnya. Untuk pendanaan, akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nagara (APBN), maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan Kabupaten.

 

Akhmad Mundzirul Awwal/PNJ.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan Berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
PLN Pasok Listrik ke 3 Kawasan Wisata di Banyuwangi
Artikel Selanjutnya
Imbas Virus Corona, Jumlah Wisatawan di Bintan Turun 50 Persen