Sukses

Serapan Anggaran Pemda Garut Baru 60 Persen, Kok Bisa?

Liputan6.com, Jakarta Menyisakan waktu dua bulan kalender kerja 2010, serapan anggaran belanja Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat baru mencapai sekitar 60 persen. Mampukan mereka mengoptimalkan waktu tersisa?

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Garut, Subhan Fahmi menyatakan, minimnya waktu tersisa, penyerapan anggaran tahun 2019 Pemda Garut, diprediksi tidak optimal.

“Dengan sisa waktu tinggal dua bulan lagi, tidak memungkinkan semua anggaran ini terserap,” ujarnya Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, lambannya evaluasi yang dilakukan pemda Garut, membuat serapan anggaran pada beberepa program di masyarakat tidak tercapai.

“Ini saja waktunya mepet, tidak mungkin sisa anggaran terserap seluruhnya,” kata dia.

Lembaganya menilai banyak pengerjaan proyek di lapangan yang tidak tuntas dan terkesan asl-asalan. “Malah baru ada yang baru dikerjakan,” ungkap dia.

Dengan waktu tersisa, lembaganya berharap Bupati kerja keras merealisasikan anggaran, sehingga tidak terkesan asal digunakan. “Lakukan pengawasan secara intensif dan menyeluruh,” ujarnya.

Dalam catatan lembaganya keterlambatan penyerapan anggaran yang dilakukan pemda garut, buka kali pertama terjadi, namun tidak ada perbaikan. “Ini jelas sangat merugikan masyarakat Garut,” kata dia.

Padahal dalam realisasi anggaran, kabupaten lain justru berpacu menyerap anggaran secara optimal sehingga mendapatkan anggaran yang lebih besar.

“Garut sudah dapat anggaran, malah telat penyerapannya bahkan ada anggaran yang tidak terserap,” kata dia geram.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengakui penyerapan anggaran APBD tahun ini baru mencapai 60 persen. Namun meskipun demikian, lembaganya optimis penyerapan anggaran bakal optimal.

“Ada beberapa bulan lagi, sedang kita kebut pengerjaan proyeknya,” kata dia.