Sukses

Docang Cirebon, Kuliner Anti Racun Kesukaan Wali Sanga

Liputan6.com, Cirebon - Kuliner menjadi salah satu tujuan utama pengunjung yang datang ke Cirebon pada musim libur Lebaran 2019. Selain nasi jamblang, Docang Cirebon menjadi salah satu kuliner yang banyak diburu pengunjung.

Docang Cirebon tersebut terdiri dari irisan lontong, ditaburi parutan kelapa muda. Ditambah irisan daun singkong dicampur tauge yang telah direbus.

Kemudian disiram dengan kuah panas yang berisi dage (sejenis oncom) yang sudah dihancurkan sehingga mengapung di bagian atas kuahnya.

Sebelum disajikan, ditaburi kerupuk kecil-kecul berwarna putih yang dibuat khusus. Varian dalam Docang Cirebon tersebut membuat rasa gurih semakin terasa di lidah.

"Setiap liburan kami selalu mampir makan Docang Cirebon seger apalagi setelah perjalanan jauh dari Jakarta," kata pengunjung asal Jakarta, Amrin, Kamis (6/6/2019).

Docang merupakan salah satu kuliner tradisional khas Pantura Cirebon. Tersebar hampir di setiap wilayah Cirebon baik perkampungan maupun tempat wisata.

Sebagian besar penjual Docang Cirebon merupakan turun temurun dari orang tua mereka. Uniknya, kuliner Docang ini memiliki cerita legenda yang melekat dengan Wali Sanga.

"Katanya orang dulu sih kuliner ini dulunya makanan yang diberikan racun kepada Wali Sanga," kata salah seorang penjual Docang Cirebon, Taro.

2 dari 2 halaman

Racun

Saat itu, salah seorang pangeran membuat jenis makanan baru dari sisa makanan sultan yang tidak habis. Makanan itu dihidangkan kepada para Wali Sanga yang sedang berkumpul di Masjid Agung Keraton Cirebon.

Ajaibnya, racun yang dicampur ke dalam docang itu tidak berpengaruh. Bahkan, setelah memakan docang itu, para wali justru menyukai masakan tersebut.

"Itu cerita legenda yang masih melekat di masyarakat ya dan jadilah kuliner Docang ini," kata dia.

Dari cerita tersebut, Docang menjadi salah satu kuliner asli Cirebon karena sebagai makanan para wali. Momen ramadan hingga Lebaran biasanya banyak ditemukan penjual Docang Cirebon.

Seperti di Jalan Kesambi Kota Cirebon, kawasan alun-alun Keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan Cirebon.

"Apalagi kalau Maulid Nabi Muhammad SAW, pedagang docang pasti banyak kumpul di sekitar Masjid Agung, dan keraton, karena sejak dulu tradisinya sudah seperti itu," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Diplomasi Budaya Sunan Gunung Jati Saat Open House Keraton Cirebon
Artikel Selanjutnya
Ada Orde Baru di Balik Tradisi Salat Id Dua Kali Keraton Kasepuhan Cirebon