Sukses

Risma Marah-marah di Tengah Kebakaran Pasar Atom

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini marah-marah saat kebakaran terjadi di Kompleks Ruko Pasar Atom, Jalan Siaga Surabaya, Senin, 11 April 2016. Dengan lantang, ia menegur perwakilan manajemen Pasar Atom yang memasang gapura di pintu masuk Pos 5.
 
"Seharusnya tidak boleh atap gapura tidak tinggi. Besok harus sudah dibongkar gapura ini, atapnya," ujar Risma kepada sejumlah petugas keamanan dan perwakilan manajemen Ruko Pasar Atom Pembangunan Tahap 4 Surabaya.

Kegeraman Risma beralasan. Akibat atap gapura itu, pergerakan mobil pemadam berjenis skylift terhalang. Padahal, api yang mulai terjadi sejak pukul 18.00 WIB semakin tidak terkendali.

"Di kampung yang ada di Surabaya saja, saya suruh bongkar. Biar mobil pemadam kebakaran bisa masuk sewaktu-waktu jika terjadi kebakaran dan memang dibutuhkan. Kalau terjadi seperti kebakaran ini, kan sulit jadinya memadamkan," kata Risma yang datang ke lokasi kebakaran sejak pukul 21.30 WIB.

Kebakaran di Pasar Atom, Surabaya. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Tidak berhenti di situ, Risma meraih megafon. Ia memberi aba-aba mengarahkan para petugas pemadam kebakaran. Dengan lantang, ia meminta pemilik mobil untuk meminggirkan kendaraannya agar petugas pemadam bisa leluasa bergerak.

"Kalau tidak aman, jangan masuk masuk dulu. Itu mesti pakai masker dan pakai skylift. Mana skylift-ya?" teriak Risma.

Risma berjaga di lokasi kebakaran didampingi Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser dan Kabag Umum Wiwik hingga pukul 01.30 WIB, Selasa (12/4/2016), setelah kebakaran bisa ditanggulangi. Kebakaran di ruko itu berawal dari toko yang berjualan busana di Blok G Nomor 21.

Api menjalar ke tiga ruko di sampingnya karena lokasinya berdempetan dan terkunci. Total dua ruko terbakar habis dan tiga ruko lainnya terdampak kebakaran itu. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pemadam kebakaran berjibaku mengatasi api di Pasar Atom, Surabaya. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

"Ada tiga ruko yang terbakar dan di dalam itu juga diduga ada bahan yang mudah terbakar seperti kain," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Chandra Oeratmangun.

Dalam kebakaran itu dikerahkan 15 mobil pemadam kebakaran, ditambah tangki dari sejumlah instansi BUMN maupun swasta, satu unit sky lift, serta tiga unit sky walker.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satria menyatakan pihaknya belum menemukan penyebab kebakaran di Pasar Atom. Pihaknya akan menyelidiki dengan melibatkan laboratorium forensik untuk menentukan penyebab kebakaran.

"Penghuni ruko juga tidak ada di tempat saat kejadian karena sudah malam, kami juga mendalami nama pemiliknya dahulu," ujar Ardian kepada Liputan6.com.