Delapan Tanda Bearing Shockbreaker Sepeda Motor Mulai Bermasalah

Berkendara sepeda motor dengan nyaman, tentunya juga berhubungan terkait keselamatan

Diterbitkan 16 Juni 2026, 09:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berkendara sepeda motor dengan nyaman, tentunya juga berhubungan terkait keselamatan. Namun, ketika muncul getaran berlebih, suara aneh, hingga sepeda motor terasa oleng saat melintasi jalan yang tidak rata, bisa jadi ada masalah di bearing shockbreaker.

Komponen yang berperan meredam guncangan ini, memang memiliki tugas penting menjaga kenyamanan sekaligus kestabilan kendaraan saat digunakan sehari-hari.

Disitat dari laman resmi Suerusakan pada shockbreaker bukan hanya mengurangi kenyamanan berkendara.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan ban aus tidak merata, mengganggu keseimbangan motor, hingga menurunkan kemampuan kendaraan saat menghadapi situasi darurat seperti pengereman mendadak.

Bahkan, komponen suspensi lain berisiko ikut mengalami kerusakan sehingga biaya perbaikannya menjadi lebih besar.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya kebocoran oli pada shockbreaker.

Oli yang merembes keluar biasanya disebabkan oleh seal yang mulai aus, retak, atau mengeras akibat usia pakai, paparan panas, debu, dan air.

Saat menemukan noda oli sekecil apa pun di area shockbreaker, pemilik motor sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak semakin parah.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah ban belakang terasa bergoyang atau motor menjadi kurang stabil meski melaju di jalan yang relatif rata.

Selain itu, tinggi motor juga dapat terlihat lebih rendah dari kondisi normal karena kemampuan shockbreaker dalam menopang beban sudah menurun.

Kondisi ini biasanya disertai getaran yang terasa lebih kuat pada stang maupun bodi motor saat melintas di berbagai permukaan jalan.

Pengendara juga perlu memperhatikan munculnya suara tidak biasa dari area suspensi. Shockbreaker yang masih sehat umumnya hanya menghasilkan suara halus saat bekerja.

Sebaliknya, bunyi 'tok', 'tek', decitan, atau dentingan ketika melewati lubang dan polisi tidur bisa menjadi indikasi adanya komponen yang aus atau longgar pada sistem suspensi.

Kerusakan Shockbreaker

Selain itu, kerusakan shockbreaker dapat ditandai dengan pola keausan ban yang tidak merata. Tekanan yang tidak seimbang membuat sebagian area ban terkikis lebih cepat dibanding bagian lainnya.

Shockbreaker yang sudah kehilangan kemampuan meredam guncangan juga biasanya terasa terlalu lentur dan membuat motor berayun berlebihan ketika melintasi jalan bergelombang atau berlubang.

Tanda terakhir yang sering luput dari perhatian adalah munculnya bau terbakar atau bau oli gosong.

Kondisi ini dapat terjadi ketika oli yang bocor menetes ke bagian mesin atau knalpot yang panas.

Selain menimbulkan aroma menyengat, kebocoran yang sudah parah berpotensi memunculkan asap bahkan memicu kebakaran kecil.

Karena itu, apabila menemukan salah satu dari gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan dan perbaikan agar keselamatan serta kenyamanan berkendara tetap terjaga.