China Terapkan Aturan Ketat Baterai Bekas Mobil Listrik Mulai April 2026

Guna mengontrol arus baterai bekas, China menerapkan sejumlah aturan ketat bagi produsen dan importir baterai EV mulai 1 April 2026.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 18:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - China mulai menerapkan aturan daur ulang baterai kendaraan listrik. Dengan menerbitkan "Langkah-Langkah Sementara untuk Pengelolaan Daur Ulang dan Pemanfaatan Komprehensif Baterai Daya Bekas Kendaraan Listrik", hal tersebut sebagai upaya dalam mengontrol arus baterai bekas dan mewajibkan baterai tetap dalam kendaraan setelah dibongkar.

Upaya tersebut juga sebagai penerapan daur ulang baterai yang sebelumnya mengalami permasalahan, seperti kurangnya infrastruktur, risiko kebakaran, dan proses pembongkaran yang mahal karena desain yang tidak terstandarisasi.

Disitat dari Carnewschina, Administrasi Umum Pengawasan Pasar Tiongkok dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi atau yang dikenal dengan MIIT, membentuk komite teknis nasional untuk menstandarisasi daur ulang baterai. Kemudian, pada 16 Januari, standar daur ulang baterai baru ditetapkan oleh regulator.

Guna memudahkan baterai kendaraan listrik mudah dilacak, MIIT akan membangun platform informasi yang melacak baterai kendaraan energi baru sepanjang siklus hidupnya. Hal tersebut meliputi produksi, penjualan, perbaikan, penggantian, pembongkaran, daur ulang, dan pemanfaatan komprehensif baterai.

Tak hanya itu, pemerintah China juga mewajibkan produsen dan importir baterai kendaraan listrik domestik, untuk menggunakan bahan yang mudah didaur ulang selama produksi baterai. Setiap baterai harus diidentifikasi sesuai dengan standar GB/T 34014.

Di mana dalam waktu enam bulan setelah memperoleh sertifikasi produk, produsen dan importir kendaraan listrik baru harus menyerahkan informasi teknis, seperti pembongkaran dan pelepasan baterai.

Adapun kewajiban lain untuk keperluan daur ulang juga wajib dipenuhi oleh produsen dan importir.

Kewajiban tersebut meliputi pendirian stasiun layanan daur ulang di wilayah tempat baterai dijual, mempublikasikan dan memperbarui informasi kontak stasiun layanan daur ulang, dan menerima semua baterai bekas yang seharusnya didaur ulang. 

 

Prospek Daur Ulang Baterai di China

Menurut laporan Autohome, lembaga penelitian Tiongkok memperkirakan jumlah baterai bekas akan mencapai 1 juta ton pada tahun 2030. 

Pemimpin industri baterai saat ini adalah Brunp Recycling yang berafiliasi dengan CATL. Perusahaan tersebut mengklaim mendaur ulang 50,4 persen baterai kendaraan listrik di China, dengan kapasitas pengolahan limbah sebesar 120.000 ton.

Atas hal tersebut, China perlu meningkatkan kapasitas daur ulang baterai sambil tetap mengendalikannya, karena hal ini tidak hanya penting secara ekologis tetapi juga membutuhkan modal besar. 

Peraturan ini juga akan menciptakan kondisi untuk meningkatkan jumlah stasiun daur ulang, karena setiap produsen, importir baterai atau kendaraan listrik akan bertanggung jawab atas baterai bekas tersebut.