CATL Siapkan Standar Baru Industri Baterai EV, Gandeng Pemain Besar

Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL memperluas kolaborasi dengan menggandeng sejumlah perusahaan besar

Diterbitkan 01 Juli 2026, 14:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL memperluas kolaborasi dengan menggandeng sejumlah perusahaan besar, seperti Google, Xiaomi, Volvo, Renault, hingga BMW untuk membangun kerangka ekonomi sirkular terpadu yang menjadi acuan baru di industri baterai global.

Kolaborasi besar ini, akan menjadi fondasi bagi pengembangan regulasi siklus hidup kendaraan, dan pengelolaan aset baterai secara global.

Disitat dari Carnewschina, fokus utama dari kerja sama ini, adalah penyusunan Battery Circular Design Guide, sebuah panduan teknis yang dijadwalkan rampung pada 2027.

Dokumen tersebut akan menghadirkan standar yang seragam, untuk proses pengujian kondisi sel baterai, pembongkaran paket baterai yang lebih mudah, hingga proses manufaktur ulang sel baterai.

Selain itu, panduan tersebut juga akan menetapkan parameter evaluasi struktural yang berlaku untuk mobil listrik penumpang, maupun kendaraan niaga berat.

Melalui standar yang sama, para anggota aliansi akan mengevaluasi riwayat penggunaan sel baterai, tingkat degradasi, serta kondisi kesehatan baterai yang masih tersisa.

Dengan adanya aturan siklus hidup yang lebih terukur, produsen otomotif dan operator armada diharapkan dapat menghitung nilai aset baterai secara lebih akurat, sekaligus mengurangi risiko finansial.

Kolaborasi lintas industri ini, dikoordinasikan oleh Ellen MacArthur Foundation, untuk menyelaraskan strategi perusahaan dengan target pengurangan emisi karbon.

Emisi Karbon Baterai

CATL juga menyoroti besarnya emisi karbon yang berasal dari aktivitas penambangan, dan pengolahan bahan baku, yang disebut mencapai lima kali lebih tinggi dibandingkan emisi dari proses produksi di pabrik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan mulai memanfaatkan material daur ulang sehingga mampu menurunkan intensitas karbon material hingga 32 persen.

Sementara itu, sepanjang 2025, anak usaha CATL, Brunp, dilaporkan berhasil mengolah 210.000 ton limbah baterai dan memulihkan 99,6 persen mineral utama yang masih dapat digunakan kembali.

Di sisi lain, CATL juga mempercepat ekspansi infrastruktur baterai di Eropa, melalui kerja sama dengan Octopus Energy. Kedua perusahaan akan membangun jaringan penukaran baterai (battery swapping) khusus kendaraan komersial.

Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan sistem battery swap untuk truk berat, yang sebelumnya telah diuji di China melalui koridor sepanjang 1.250 kilometer.