Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan, Ini Fitur Paling Favorit

Gemini menjadi produk Google tercepat untuk meraih 1 miliar pengguna aktif bulanan. Simak untuk tahu perhitungannya.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Terlepas adanya sentimen negatif, komitmen Google kepada Gemini membuahkan hasil. CEO Google Sundar Pichai mengumumkan asisten kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Gemini telah mencapai angka 1 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU).

Meskipun terdapat 13 produk Google lain yang pernah mencapai angka tersebut, Gemini tetap menjadi tercepat dari produk-produk tersebut. Demikian sebagaimana dikutip dari Ars Technica, Rabu (12/8/2026), 

Perlu dicatat, angka 1 miliar pengguna ini tidak dihitung dari fitur integrasi Gemini di hampir setiap produk Google seperti Gmail, Drive dan lainnya. Melainkan dari pengguna yang membuka Gemini atau mengakses situs web untuk mengetik perintah maupun Gemini Live.

Josh Woodward, Wakil Presiden Google, menambahkan 63% pengguna aktif menggunakan Gemini input suara, dengan pengguna “voice-only” yang terus meningkat. Pada fitur Gemini Live, sekitar 20% pengguna aktif membagikan tampilan kamera dan layar mereka ke Gemini.

Sebanyak 38% pengguna meminta Gemini membantu mengerjakan tugas sekolah mereka bersama lampiran dokumen. Hal ini mendorong Google menyiapkan fitur dikhususkan untuk pembelajaran baru dalam waktu dekat.

Dalam hal pembuatan gambar, Gemini kini menghasilkan gambar hingga mencapai 150 juta per hari. Woodward menyebut biasanya gambar-gambar ini berupa materi pemasaran namun juga banyak digunakan hanya sebagai meme dan lelucon. Ditambah, gambar tersebut diberi tanda SynthID.

Google memang memiliki keunggulan signifikan terutama karena hampir setiap ponsel Android hadir dengan Gemini sebagai aplikasi bawaan.

Woodward mengungkapkan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan Gemini berasal dari pengguna iOS, di mana mereka harus mengunduh aplikasi Gemini secara manual.

Akankah Kejayaan Ini Berlanjut?

Gemini jelas meraih kesuksesan besar dari sisi angka pengguna. Namun, aplikasi berbasis AI ini harus menghadapi sejumlah tantangan termasuk investasi fantastis Google ke infrastruktur AI yang mendorong arus kas perusahaan ke zona negatif.

Upaya memajukan pengembangan model AI Gemini, dinilai mulai menemui jalan buntu. Perusahaan kehilangan sejumlah ilmuwan dan peneliti, seperti salah satunya pendiri DeepMind, Demis Hassabis, yang telah mundur dari kepemimpinannya.

Hal ini turut memperlambat kemajuan Gemini. Pada acara I/O tahun ini, Google sempat menjanjikan peluncuran Gemini 3.5 Pro pada Juni 2026. Tetapi hingga kini, model tersebut belum kunjung dirilis.

Beberapa laporan menyebut, Google tidak puas dengan kemampuan coding Gemini Pro yang tertinggal dari model buatan OpenAI dan Anthropic, sehingga belum jelas apakah Gemini akan benar-benar merilis model 3.5 Pro.

Bagi beberapa pengguna, Gemini masih cukup mumpuni, namun tanda-tanda masalah sudah mulai terlihat. Bahkan dominasi Google di pasar mungkin tidak cukup mempertahankan angka saat ini jika performanya terus tertinggal.