SAIC-GM-Wuling Dorong Kemenperin Lanjutkan Insentif PPN DTP Mobil Listrik

SAIC-GM-Wuling terus berkomitmen untuk bisa mendorong keberlanjutan industri otomotif di Indonesia

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 14:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - SAIC-GM-Wuling terus berkomitmen untuk bisa mendorong keberlanjutan industri otomotif di Indonesia. Bahkan, jenama asal China ini, juga menargetkan perluasan pasar ekspor di kawasan ASEAN, dan tidak hanya berkonsentrasi dengan kebutuhan domestik.

Namun, SAIC Motor sendiri, memiliki harapan tersendiri bagi Pemerintah Indonesia, antara lain diteruskannya insentif Pajak Pertambahan Nilai-Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) untuk mobil listrik murni alias BEV.

Berikutnya, juga penambahan lingkup pemberian insentif PPNDTP untuk kendaraan komersial BEV, karena PT SGMW telah memproduksi produk kendaraan komersial yaitu MitraEV.

Selain itu, Dukungan terhadap produk Wuling dan MG lainnya dengan teknologi HEV, PHEV, dan Range-Extended Electric Vehicle (REEV) untuk masuk ke dalam kategori kendaraan LCEV.

Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto mengatakan, Kemenperin mengapresiasi investasi yang telah dilakukan, serta komitmen dan pencapaian PT SGMW dalam produksi kendaraan bermotor di Indonesia khususnya BEV.

"Untuk usulan keberlanjutan insentif PPNDTP maupun penambahan lingkup insentif PPNDTP untuk kendaraan komersial saat ini sedang dalam pembahasan internal pemerintah," ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (13/10/2025).

Kemenperin juga mendorong PT SGMW untuk memperbanyak variasi line up produk di Indonesia yang disesuaikan dengan selera konsumen Indonesia, serta penambahan investasi baru PT SGMW dalam rangka meningkatkan nilai TKDN.

Bahkan, Pemerintah Indonesia terus mendorong SAIC untuk menjajaki peningkatan kapasitas ekspor mobil listrik (EV) yang diproduksi di Indonesia, guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor EV di ASEAN.

"Kami berharap SAIC dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana investasi berikutnya di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan platform elektrifikasi dan teknologi baru," ujar Eko.

Kolaborasi Strategis

Menurutnya, kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku industri otomotif global seperti SAIC Motor sangat penting untuk mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan listrik.

"Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok EV global, dan kami melihat SAIC sebagai mitra penting dalam mewujudkan visi tersebut," tegasnya.

Eko menambahkan, Kemenperin terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan insentif bagi pengembangan kendaraan listrik, baik untuk produksi kendaraan maupun komponennya seperti baterai dan sistem penggerak listrik.

"Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis Indonesia dapat menjadi hub kendaraan listrik di kawasan," pungkasnya.