Sukses

Tekan Harga Produksi Baterai, Tesla Siap Hadirkan Mobil Listrik Murah

Liputan6.com, Jakarta - Terus menciptakan inovasi terkait kendaraan listrik, Chief Executive Tesla, Elon Musk mengaku tengah mengembangkan baterai terbaru. Dengan komponen tersebut, pabrikan siap menghadirkan mobil listrik seharga $ 25.000 atau setara dengan Rp374 jutaan.

Seperti dilansir Carscoops, Kamis (24/4/2020), Musk mengaku, model Tesla dengan harga lebih terjangkau akan menggunakan sel baterai 'tabless' terbaru.

Dengan mengubah bahan di dalam sel, Tesla ingin mengurangi setengah harga baterai kendaraan listrik. Sejak tahun 2010 hingga 2019, harga baterai kendaraan listrik turun dari $ 1.100 menjadi $ 156 untuk setiap kilowatt-hour.

Meski demikian, Musk ingin mengurangi harga baterai jauh lebih murah. Hingga saat ini Tesla belum mengungkapkan semua detail terkait model entry-level baru yang akan dihadirkan.

Memiliki beragam fitur cangguh, Musk juga menegaskan, bila mobil terbarunya akan menggunakan sistem otonom. Tak hanya itu, Ia juga menegaskan bila Tesla akan menghadirkan kendaraan listrik lebih terjangkau dalam tiga tahun ke depan.

Meski bukan pertama kalinya mengaku akan menghadirkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau, usaha Tesla menghadirkan kendaraan ramah lingkungan patut diberi apresiasi.

2 dari 5 halaman

Target Produksi Tesla

Selama wawancara pada tahun 2018, kepala eksekutif Tesla menegaskan akan menghadirkan kendaraan listrik dengan harga terjangkau bisa dilakukan Tesla.

Selain itu, Musk memiliki target produksi hingga 20 juta kendaraan setiap tahunnya. Angka tersebut tentu jauh melampaui prediksi pengamat otomotif.

Terdapat 92 juta kendaraan yang diproduksi di seluruh dunia pada tahun 2019, industri otomotif harus bebenah lebih dahulu agar Tesla dapat menyasar lebih dari 20 persen pasar secara global.

3 dari 5 halaman

Peminat Mobil Listrik Terus Naik, Tesla Bekas Laris Manis

Sebuah survei terbaru menyatakan, dari tiga besar mobil bekas paling cepat terjual, Tesla menduduki peringkat teratas. Hasil tersebut, diperoleh dari penelitian yang dilakukan iSeeCars terhadap 4,4 juta mobil baru dan bekas yang dijual dari Maret hingga Juni 2020.

Melansir Carscoops, kendaraan bekas yang paling cepat laku, adalah Tesla Model 3 dengan rata-rata 29,3 hari untuk berpindah ke garasi konsumen.

"Tesla Model 3 mulai melakukan pengiriman pada 2018, dan karena sangat baru di pasar, ada sedikit inventaris versi bekas," jelas Kepala Eksekutif iSeeCars, Phony Ly.

 

Penjualan yang cepat ini juga karena Tesla Model 3 yang merupakan roda empat paling murah dari jenama mobil listrik Negeri Paman Sam. Selain itu, jumlah pre order yang paling tinggi dari semua line-up yang diproduksi juga memengaruhi ketertarikan pembeli mobil kendaraan ramah lingkungan.

"Waktu tunggu yang lama membantu mendorong lebih jauh permintaan yang tinggi untuk kendaraan yang telah dipertahankan di pasar sekunder," tambahnya.   

4 dari 5 halaman

Infografis Selamat Datang Era Mobil Listrik di Indonesia

5 dari 5 halaman

Mengintip Mobil Listrik Tesla di IIMS 2017