Sukses

Apple Patenkan Teknologi Tanpa Sopir Terbaru, Seberapa Canggih?

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi, Apple, semakin serius mengembangkan teknologi mobil tanpa sopir. Bahkan, perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini, mematenkan teknologi mobil otonom Apple.

Melansir CNBC, ditulis Rabu (3/1/2018), aplikasi yang bernama Autonomous Navigation System ini sudah dikembangkan sejak 2015. Teknologi ini, bakal semakin membut sederhana cara kerja mobil tanpa sopir teresebut.

Selain itu, dengan teknologi ini juga membuat semakin efisien dalam mengemudi, dan mengurangi untuk terus menerus membuat peta ulang secara terperinci.

Seperti diketahui, mobil autonomous memang bekerja sesuai peta dan navigasi. Nah, dengan sistem informasi statis yang dihasilkan, dapat membuat peta dan navigasi selalu mengupdate perubahan yang ada.

Dengan begitu, peta atau navigasi selalu memberikan informasi secara real time, terkait perubahan jalan dari sensor teknologi mobil tanpa supir.

Untuk diketahui, cara kerja yang ditawarkan Apple ini memang baru sebatas ide yang sudah dipatenkan. Belum diketahui pasti, apakah gagasan tersebut bisa diterapkan di dunia nyata atau mobil produksi atau tidak.

Namun, jika gagasan tersebut memang bisa diaplikasikan di dunia nyata, maka Apple memang perlu waktu untuk mengembangkan teknologi canggih tersebut.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Hacker Hantui Mobil Tanpa Supir, Siapa Bertanggung Jawab?

Berdasarkan survei yang dilakukan, kekhawatiran yang masih melanda para pengemudi di AS jika mobil nirawak berkeliaran di jalanan.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan asuransi American International Group (AIG) tersebut menyebutkan 41 persen pengguna jalan masih memberikan ruang kesempatan untuk kendaraan nirawak, dilansir Autonews.

Sebanyak 39 persen mengungkapkan kendaraan nirawak lebih aman dibanding pengemudi rata-rata, sedangkan sisanya berpendapat adanya ancaman mobil nirawak akan diambil alih oleh hacker. Meskipun begitu, mayoritas orang yang mengikut survei yakin kendaraan nirawak sepenuhnya tidak akan berada di jalan sampai 20 tahun mendatang.

Jika saat itu tiba, perusahaan asuransi harus menetapkan standar baru untuk menghadapi risiko baru dari teknologi nirawak. Berdasarkan laporan Morgan Stanley, perusahaan asuransi otomotif akan mengalami perubahan besar-besaran di tahun 2040, banyak perusahaan asuransi yang terancam jika tidak beradaptasi dengan cepat. Lex Baugh, AIG president of liability, mengungkapkan," Risiko tidak hilang, risiko berpindah dari manusia ke mesin."

Menariknya, peserta polling mengungkapkan satu hal, jika kecelakaan terjadi pada mobil nirawak, maka tanggung jawab akan dibebankan kepada pabrikan mobil maupun penyedia perangkat lunak. Tentu saja diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan siapa yang akan bertanggung jawab sepenuhnya.

Tentu saja perubahan tersebut tidak akan berlangsung secara drastis. Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan konsultan, AlixPartners menyimpulkan mayoritas konsumen di AS tidak akan membeli mobil nirawak saat dijual secara resmi nanti.