Meski di Tenda Darurat, Natal Tetap Khidmat

Ribuan umat kristiani mengikuti Misa Natal di Gereja Paroki Maria Ratu Rosari Kare, Makassar, Sulsel. Jemaat mengikuti misa di bawah tenda darurat karena gereja belum direnovasi sejak dibakar pada Natal 2000.

Diterbitkan 25 Desember 2004, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Makassar: Perayaan Natal 2004 di sejumlah daerah berlangsung aman dan lancar. Di Gereja Paroki Maria Ratu Rosari Kare, Makassar, Sulawesi Selatan, Misa Natal diikuti ribuan umat kristiani dari berbagai pelosok. Sejak dibakar massa empat tahun silam, gereja yang dibangun sejak 1970-an itu belum pernah direnovasi. Karena itu, misa terpaksa dilaksanakan di bawah tenda darurat. Meski begitu, jemaat tetap mengiikuti acara dengan khidmat. Sebelumnya, polisi memperketat pengamanan dengan memeriksa satu per satu jemaat yang akan masuk gereja.

Pengamanan ekstra ketat juga dilakukan personel Polri di beberapa gereja di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Selain berjaga-jaga mengamankan di sekitar gereja, sekitar 20 personel pasukan Gegana Brigade Mobil juga memeriksa setiap ruangan gereja dengan pendeteksi logam. Langkah ini sebagai antisipasi dari kemungkinan adanya bahan peledak. Maklum pada tahun 2001, sebuah ledakan sempat terjadi di samping gereja itu. Pengamanan akan dilakukan hingga perayaan Natal selesai [baca: Palu-Poso Aman, Misa Natal Berlangsung Khidmat].

Perayaan Misa Natal di sejumlah gereja di Medan, Sumatra Utara, juga berlangsung aman. Penjagaan ekstra ketat terlihat di lima gereja yang sempat dibom pada Malam Natal 2000. Di antaranya Huria Kristen Batak Protestan di Jalan Sudirman, Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pamen Padang Bulan, dan Gereja Katedral Santo Josep di Jalan Pemuda. Sebelum misa, lokasi kelima gereja disterilkan Satuan Gegana. Petugas juga memeriksa jemaat yang akan masuk.

Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Iwan Panjiwinata sempat memantau situasi Natal di beberapa gereja. Menurut Kapolda, pengamanan Natal di 527 gereja di Medan dilakukan oleh 2.700 personel polisi ditambah unsur TNI Angkatan Darat, ormas keagamaan, dan pemuda gereja.

Kebahagiaan di saat Natal adalah hak setiap umat nasrani, termasuk anak-anak yang diasuh di panti asuhan. Karena itu, sebuah organisasi mengundang 210 anak dari tujuh panti asuhan di Jakarta, untuk merayakan Natal bersama. Acara berbagi kasih Natal ini berlangsung di sebuah mal.

Anak-anak yang diundang adalah mereka yang diasuh di Panti Asuh Desa Putra, Vincentius, Maria Immakulatta, Bina Remaja Parartasih, Yayasan Keluarga Kasih, Sos Desa Taruna, dan Yayasan Harapan Bangsa. Anak-anak terlihat bahagia, meski tanpa kehadiran orang tua atau kerabat dekat. Kebahagiaan penghuni panti asuh ini lebih terlihat ketika sinterklas dan piet hitam yang memeriahkan acara mulai membagi-bagikan bingkisan untuk setiap anak.

Sementara perayaan Natal di Mojokerto, Jawa Timur, diwarnai aksi damai anggota Bantuan Serbaguna Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) setempat. Jumat malam, mereka menggelar Renungan untuk Korban Natal 2000 di Gereja Ebenhaeser. Insiden itu menewaskan seorang anggota GP Ansor yang tengah ikut mengamankan perayaan Natal.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6