Houthi Serang Bandara Riyadh, FAA Peringatkan Maskapai AS

Regulator penerbangan AS atau FAA telah memperingatkan pilot dan maskapai AS saat terbang atau di dalam sekitar wilayah Arab Saudi.

Diterbitkan 13 Oktober 2026, 10:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Federal Aviation Administration (FAA) mengimbau maskapai Amerika Serikat (AS) untuk berhati-hati saat terbang di dalam atau di sekitar wilayah Arab Saudi menyusul serangan mematikan yang diklaim oleh kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran. Hal itu juga menyebabkan penutupan bandara di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Mengutip CNBC, Selasa, (13/10/2026), Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, masih ditutup hingga Senin setelah serangkaian serangan yang dimulai pekan lalu. Serangan tersebut meningkat pada Sabtu ketika sebuah proyektil menghantam terminal penumpang di bandara itu menurut keterangan pejabat setempatyang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke bandara tersebut, dengan beberapa di antaranya menangguhkan layanan hingga akhir pekan.

 Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lain telah mengimbau warga mereka untuk tidak bepergian ke wilayah tersebut.

Pada Minggu malam, FAA menyatakan para pilot harus "berhati-hati" saat berada di dalam atau di sekitar Arab Saudi "karena adanya risiko keselamatan penerbangan yang terkait dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung" serta masalah pada sistem navigasi. FAA menyebutkan bahwa ancaman tersebut dapat menimbulkan risiko potensial "bagi pesawat di semua ketinggian." Peringatan FAA ini berlaku hingga 10 Desember.

Sebagian besar maskapai penerbangan AS tidak melayani penerbangan ke Arab Saudi, tetapi jumlah penerbangan dan penumpang ke negara tersebut telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut perusahaan data penerbangan OAG, rute antara Riyadh dan Jeddah di wilayah barat negara itu merupakan rute penerbangan tersibuk kelima di dunia pada tahun lalu.

Delta Air Lines

sebelumnya dijadwalkan untuk memulai penerbangan nonstop pertamanya dari Atlanta ke Riyadh pada 23 Oktober, namun pada Senin maskapai tersebut menyatakan akan menunda layanan itu hingga Maret.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6