1 Tahun Pascakebakaran Taman Puring, Pedagang Tagih Janji Revitalisasi

Pedagang memgeluh omzet turun dratis pascakebakaran.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 14:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Sudah satu tahun kebakaran hebat melanda Taman Puring, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi 28 Juli 2025 lalu.

Pascakejadian itu, belum ada perbaikan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Koordinator pedagang di Taman Puring, Jakarta Selatan, menagih janji yang sempat diutarakan pemda.

"Bahwa janji Pak Gubernur akan membangun pasar kembali seperti awal, statement Pak Gubernur itu, kami tetap menunggu dan berharap," kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Sebenarnya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemerintah Provinsi DKI sudah melakukan peninjauan di Taman Puring terkait rencana pembangunan Taman Difabel. Tetapi hingga gini, belum ada kejelasan terkait revitalisasi pasar. Kini, pedagang menunggu kepastian.

"Kalau untuk jawaban masih belum ada jawaban dari beberapa dinas, tapi harapan kami tetap menunggu apa yang telah dijanjikan Pak Gubernur kepada kami," ucapnya.

 

Pendapatan Tak Menentu Pascakebakaran

Setahun setelah kebakaran, pedagang Taman Puring mengaku masih kesulitan memperoleh pendapatan mereka, sehingga tidak sedikit pedagang yang berpindah ke lokasi lain.

"Sementara yang masih aktif berdagang ya karena dengan kondisi yang seperti ini masih sekitar hampir separuhnya, kurang lebihnya antara 150 sampai 200-an pedagang," katanya.

Pendapatan para pedagang tersebut diketahui hanya mendapatkan Rp 200 ribu per harinya, itu pun pasti. Angka itu terbilang jauh dari pendapatan mereka sebelum kebakaran.

Pedagang sangat berharap agar mereka bisa bersosialisasi langsung dengan pemerintah terkait rencana revitalisasi Pasar Taman Puring.

 

Taman Puring Bagian dari Ekonomi Jakarta

Menurut dia, Pasar Taman Puring sudah menjadi bagian ekonomi Kota Jakarta.

"Setelah kami kebakaran habis semuanya, tiba-tiba ada statement lain selain ada pembangunan untuk dibangun pasar kembali, terutama untuk dibangun apa itu namanya taman apa itu. Harapan kami tetap saya menunggu janji Pak Gubernur," katanya.

Saat ini, terdapat 180 pedagang yang masih bertahan di lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring. Sebelum insiden itu terjadi pada 28 Juli 2025, Pasar Taman Puring dihuni oleh lebih dari 500 pedagang.

 

Janji Revitalisasi

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, rencana revitalisasi Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan (Jaksel) setelah dilanda kebakaran hebat pada Juli 2025 akan dilakukan setelah ada kesepakatan di internal para pedagang.

"Saya sudah dua kali menerima para pedagang Taman Puring. Ketika kebakaran terjadi, saya sudah berkeinginan untuk segera melakukan perbaikan," ujar Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Dia menjelaskan, rencana perbaikan Pasar Taman Puring usai kebakaran sempat ingin dilakukan, namun tertunda karena adanya penolakan dari sebagian pedagang hingga sempat viral di media sosial.

"Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI Jakarta menahan sementara langkah revitalisasi agar tidak menimbulkan gesekan. Pada waktu itu, asosiasi pedagang ada yang kemudian menolak untuk dilakukan perbaikan secara terbuka dan viral," terang Pramono.

Dia menyebut, mayoritas pedagang di Pasar Taman Puring berasal dari Jawa Timur, terutama masyarakat Madura, yang selama ini memiliki hubungan baik dengannya.

"Saya cukup dekat dengan itu. Jadi saya ingin prosesnya berjalan baik, tanpa ada lagi penolakan seperti sebelumnya," kata Pramono.

Ia menekankan, berkomitmen memperbaiki kawasan Pasar Taman Puring agar aktivitas ekonomi warga bisa kembali pulih.

"Saya bilang, tolong dipastikan dulu, diselesaikan dulu di internal," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6