Wapres Gibran Tegaskan Terbuka akan Kritik dan Inisiatif Anak Muda

Menurut Gibran, seluruh bentuk partisipasi publik merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 17:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gibran menghormati survei kredibel dan partisipasi publik, termasuk kabinet bayangan.
  • Partisipasi publik dan kritik adalah esensi demokrasi yang sehat.
  • Kritik objektif berbasis solusi tingkatkan tata kelola pemerintahan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan menghormati pelbagai hasil survei, kajian, maupun analisis disampaikan lembaga-lembaga kredibel. Menurut Gibran, seluruh bentuk partisipasi publik merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran sebagai respons terhadap pelbagai masukan berkembang di ruang publik, termasuk dari pengamat, akademisi, media massa, hingga inisiatif anak-anak muda membentuk kabinet bayangan sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

"Saya menghormati setiap hasil survei, kajian, maupun analisis yang disampaikan oleh lembaga-lembaga yang kredibel. Saya juga menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan," ujar Gibran dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Gibran menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, memberikan kritik, serta mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, kebebasan tersebut merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan harus dijaga.

Dia menilai kritik publik akan memberikan manfaat besar apabila disampaikan secara objektif, didukung data yang akurat, dan berorientasi pada solusi. Masukan seperti itu, kata Gibran, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan," kata Gibran.

Lebih lanjut, Gibran menekankan bahwa tugas pemerintah adalah terus bekerja lebih baik, mendengar aspirasi masyarakat lebih luas, dan memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Dia optimistis semangat keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi akan mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan. Selain itu, langkah tersebut diyakini dapat memperkuat demokrasi Indonesia sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata, transparansi, dan akuntabilitas.

"Dengan semangat itulah, kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi Indonesia akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas," tandas Gibran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6