Menengok Jejak Sisa Bentrok di Menteng

Masyarakat sudah bisa melewati jalan yang merupakan akses menuju Manggarai.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 08:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TKP bentrok Jalan Tambak lengang, pengamanan minim, lalu lintas kondusif.
  • Bentrok antarwarga di Menteng akibatkan satu tewas dan satu kritis.
  • Polisi amankan 15 orang, 3 terduga pelaku, selidiki 3 klaster.

Liputan6.com, Jakarta - Tempat kejadian perkara (TKP) bentrok antarwarga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat mulai lengang pada Senin (27/7/2026) pagi WIB. Pengamanan dan penjagaan mulai minim dan sepi.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi sekitar pukul 07.55 WIB, kondisi tempat kejadian perkara hanya menyisakan jejak bentrokan maut kemarin. Mulai dari tembok pembatas hingga pagar besi hancur.

Namun kerangka sepeda motor yang sempat dibakar dan hangus sudah tak terlihat lagi. Hanya ada bekas bangku dan kursi yang rusak dan juga bangunan hancur akibat pembakaran.

Arus lalu lintas di Jalan Tambak juga sudah sangat kondusif. Masyarakat sudah bisa melewati jalan yang merupakan akses menuju Manggarai.

 

Tak Lagi Dijaga Ketat

Penjagaan aparat keamanan tidak seketat kemarin. Hanya ada ada beberapa Brimob yang berjaga di area belakang TKP dengan sejumlah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil.

Tenda yang didirikan oleh Polsek Metro Menteng dan Satpol PP DKI Jakarta juga tidak ada penghuninya. Hanya ada mandor dan sejumlah pekerja bangunan yang memang bertugas menjaga pembangunan di sekitar lokasi.

 

Satu Meninggal Dunia

Sebelumnya bentrok antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/7) pagi. Kejadian ini berlangsung hingga siang hari dan mengakibatkan banyak kerusakan.

Polisi mengamankan sekitar 15 orang untuk dimintai keterangan, dengan tiga orang di antaranya terduga pelaku. Selain itu polisi membagi penyidikan dalam tiga klaster.

Klaster pertama berkaitan dengan aksi menggeber-geber sepeda motor di kawasan Matraman yang diduga menjadi pemicu awal perselisihan. Klaster kedua menyangkut dugaan pemukulan terhadap warga di lokasi awal kejadian, yakni di dekat gerobak penjual nasi uduk. Sementara klaster ketiga berfokus pada dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Tambak.

Dalam penyidikan klaster penganiayaan, polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial S, T, dan U. Ketiganya diduga terlibat dalam penganiayaan yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia.

Sementara satu korban lainnya, DS, hingga kini masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6