Sudaryono: Kalau Ada yang Ngaku-ngaku Orang Saya, Laporkan

Sudaryono berjanji tak ada prioritas buat keluarga, kerabat dan rekan untuk urusan kerjaan.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 18:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kepala BGN Sudaryono berkomitmen kelola program Makan Bergizi Gratis secara transparan.
  • Masyarakat diimbau laporkan pihak mengaku dekat Sudaryono untuk praktik ilegal.
  • Sudaryono menolak perlakuan khusus bagi keluarga/sahabat dalam urusan pekerjaan.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya menjalankan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan baik. sudaryono mewanti-wanti masyarakat untuk tidak percaya apabila ada pihak yang mengaku keluarga maupun sahabatnya untuk melakukan praktik ilegal.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa barangkali dengan imbalan ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar," kata Sudaryono usai dilantik menjadi kepala bgn di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dia meminta masyarakat melapor ke aparat penegak hukum apabila menemukan kasus ini. Sudaryono menekankan keseriusannya untuk memberantas praktik ilegal maupun korupsi di BGN.

"Saya minta kepada yang bersangkutan misalnya itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena ini betul-betul kita serius untuk menangani perkara ini," jelasnya.

 

Tak Ada Karpet Merah untuk Keluarga

Selain itu, Sudaryono menegaskan dirinya tak akan memberikan perlakuan khusus maupun prioritas kepada seluruh sahabat dan keluarganya. Khususnya, apabila menyangkut soal pekerjaan.

"Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh sahabat, keluarga, rekan dan semua orang yang mengenal saya dan saya juga mengenalnya, yang mencintai saya dan saya juga mencintainya, minta maaf mungkin barangkali saya tidak atau tidak kemudian memberikan atensi khusus atau tidak memberikan apa semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan," tutur Sudaryono.

Dia ingin semua masalah di BGN diselesaikan sesuai mekanisme dan sistem yang ada. Sudaryono menyampaikan dirinya tak mau masalah diselesaikan secara pribadi.

"Jadi kita bukan lagi trust in person kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang dan transparan dan di level," pungkas Sudaryono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6