Kemensos Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak di RSUD Kabupaten Tebo Jambi

Kemensos RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Tebo, Jambi.

Diterbitkan 02 November 2025, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia, bekerja sama dengan Sentra Alyatama Jambi dan Perdami Jambi menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak bagi para lansia dari desil 1–5 di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian yang telah dimulai sejak 9 Oktober 2025, mencakup pendaftaran, skrining visus dan biometrik, hingga operasi serta pemeriksaan pascaoperasi.

"Dari 201 calon pasien yang mendaftar dari Kabupaten Tebo dan Bungo, 115 di antaranya dinyatakan layak operasi. Kesempatan seperti ini tidak semua daerah mendapatkannya. Ini hasil kolaborasi luar biasa antara Kemensos, Perdami, pemerintah daerah, hingga pihak swasta," ujar Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi saat membuka kegiatan tersebut, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Minggu (2/11/2025).

Bagi Nazar, kegiatan ini bukan hanya tentang pengobatan, melainkan juga bentuk nyata kepedulian lintas sektor.

"Kalau dilakukan mandiri, biayanya bisa mencapai Rp 10 juta per pasien. Melalui kegiatan sosial ini, beban masyarakat berkurang dan harapan baru hadir bagi mereka yang sebelumnya mengalami gangguan penglihatan," tutur dia.

Nazar menjelaskan, selain tindakan medis, kegiatan ini juga mencakup perbaikan fasilitas dasar seperti MCK, dapur, hingga dukungan untuk lansia kurang mampu. Dukungan lintas lembaga, termasuk pemerintah daerah, menjadi bukti nyata gotong royong sosial di Kabupaten Tebo.

 

Sinergi Pusat dan Daerah

Kemudian, Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Tebo Sindi menegaskan, kegiatan ini selaras dengan visi daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Kami bersama-sama menghimpun data calon penerima. Alhamdulillah, hari ini ada 115 pasien yang bisa mendapatkan manfaat langsung," ucap Sindi.

Ia menambahkan, Pemkab Tebo akan terus bersinergi dengan Kemensos untuk memperluas bantuan bagi lansia, termasuk perbaikan tempat tinggal melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

"Data penerima bantuan masih banyak. Kita akan lihat dan tetapkan berdasarkan skala prioritas agar semua lansia bisa hidup lebih produktif dan mandiri," terang Sindi.

Sementara, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Suratna menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Sosial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

"Operasi katarak ini bukan sekadar soal kesehatan mata, tapi juga soal martabat dan kemandirian. Dengan memulihkan penglihatan, para lansia dapat kembali beraktivitas dan membantu keluarganya," papar Suratna.

"Rasio ketergantungan lansia di Indonesia meningkat dari 15,16 persen pada 2020 menjadi 17 persen pada 2024. Upaya seperti ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka tersebut secara berkelanjutan," jelas Suratna.

 

Libatkan Banyak Dokter

Kepala Sentra Alyatama Jambi, Hendra Permana mengatakan, kegiatan ini melibatkan delapan dokter mata serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Jambi, Pegadaian, THC, BUMD, dan BSI.

"Kami memfasilitasi peserta dari daerah jauh dengan penginapan agar lebih nyaman. Selain operasi, juga ada perbaikan kamar mandi lansia dan bantuan usaha masyarakat," ucap dia.

Hendra berharap program serupa terus berlanjut di daerah lain, sehingga kepedulian terhadap lansia semakin meningkat.

Menurut Ketua Perdami Jambi ini, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia.

"Sekitar 80 persen kasus kebutaan disebabkan oleh katarak. Indonesia bahkan menjadi negara dengan angka kebutaan tertinggi di Asia Tenggara," terang Hendra.

Ia menekankan, operasi katarak tidak hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri dan kemampuan produktif seseorang.

"Perdami siap terus bekerja sama dengan Kemensos untuk memberantas katarak di Indonesia," jelas Hendra.

Di antara ratusan pasien yang hadir, ada Hopsah (60) dari Kecamatan Tanah Sepenggal. Ia datang bersama anaknya, Ismail (37), dengan penuh harap.

"Kalau dari uang pribadi tidak mampu, jadi kami sangat bersyukur dengan adanya program ini," kata Ismail sambil menggenggam tangan ibunya.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan Nyai cepat sehat dan bisa melihat lagi," ucapnya lirih.

Kisah sederhana itu menggambarkan esensi sesungguhnya dari kegiatan ini yakni mengembalikan cahaya dan menumbuhkan harapan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6