Pramono Buka Suara Soal Siswi SMAN 6 Tewas Terlindas Bus Akibat Kabel

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang merenggut nyawa pelajar itu.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 13:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Siswi SMAN 6 meninggal terjerat kabel di Jakarta Selatan, terlindas bus sekolah.
  • Pemprov DKI beri santunan, bantuan pemakaman, dan pendampingan keluarga korban.
  • Kabel penyebab kecelakaan milik PLN; keluarga korban didukung tempuh jalur hukum.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan santunan dan bantuan pemakaman kepada keluarga pelajar berinisial NAEP (16), siswi kelas X SMAN 6 Jakarta yang meninggal dunia setelah terlindas bus sekolah usai sepeda motor yang ditumpanginya terjerat kabel di Jalan Losari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang merenggut nyawa pelajar tersebut. Ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah perangkat daerah untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga korban.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMA 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel di Jalan Losari, Jakarta Selatan,” kata Pramono di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Menurut Pramono, Pemprov DKI Jakarta langsung mengambil langkah setelah menerima laporan terkait insiden tersebut. Ia telah memerintahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu keluarga korban.

“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, kemudian Bina Marga, dan juga yang lainnya untuk membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin,” jelasnya.

Selain pendampingan dari sejumlah dinas, Pramono mengungkapkan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Bazis) DKI Jakarta juga menyalurkan santunan kepada keluarga korban melalui Pemprov DKI Jakarta.

“Bahkan, secara khusus Baznas (Bazis) juga akhirnya melalui Pemerintah DKI Jakarta memberikan santunan,” kata dia.

 

Kabel Milik PLN

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi proses pemakaman korban. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan adalah penyediaan transportasi bagi para siswa yang ingin mengantar almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.

“Kemarin kita mengirim tiga bus untuk siswa bisa mengantar almarhumah ke pemakaman dan kami juga menanggung, apa ya, pembiayaan untuk itu,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kabel yang menyebabkan kecelakaan tersebut merupakan kabel milik PLN yang terputus.

“Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN,” ucapnya.

Pramono juga tidak mempersoalkan apabila keluarga korban ingin melanjutkan proses hukum terkait kasus tersebut. Ia menyebut keluarga korban memahami langkah hukum yang dapat ditempuh.

“Ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu,” kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6