KOWANI Fokus Perkuat Advokasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Melalui kepemimpinan Yenny Wahid, KOWANI optimistis dapat segera berlari kencang mengembalikan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 04:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Yenny Wahid terpilih sah sebagai Ketua Umum KOWANI melalui KLB dengan dukungan mayoritas.
  • Yenny berkomitmen menjadikan KOWANI relevan, kuat, luas, dan inklusif di abad ke-2.
  • KOWANI akan fokus pada rekonsiliasi, pemberdayaan ekonomi, perlindungan, kepemimpinan, dan peran global.

Liputan6.com, Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang diselenggarakan di Gedung The Tribrata, Jakarta, Rabu (3/6/2026) menghasilkan keputusan bersejarah: Yenny Wahid terpilih secara sah sebagai Ketua Umum KOWANI periode baru.

Pemilihan tersebut melalui mekanisme pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional dengan dukungan lebih dari dua pertiga anggota aktif organisasi sebagaimana diamanatkan AD/ART.

Bagi Yenny, mandat ketua umum ini bukan sekadar menjadi nahkoda baru bagi organisasi perempuan, tetapi juga bagaimana membawa KOWANI menjadi relevan bagi perempuan Indonesia, terutama di masa KOWANI memasuki abad ke-2 berdiri.

"Ini bukan kemenangan satu orang. Ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak mau melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusi," ujar Yenny.

Ada lima misi utama transformatif KOWANI. Untuk mewujudkan visi besar itu, Yenny Wahid memaparkannya yang akan menjadi pilar kerja kepengurusannya ke depan.

Pertama adalah, rekonsiliasi dan penguatan organisasi. Menurutnya, kepengurusan baru berkomitmen memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan asas kebersamaan.

“Tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan. Tidak boleh ada yang merasa tidak didengar,” tegas Yenny.

Kedua, pemberdayaan Ekonomi perempuan. KOWANI akan bertindak sebagai jembatan strategis yang membuka akses pelatihan, pengembangan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan, serta perluasan jaringan usaha bagi perempuan di seluruh penjuru Indonesia.

 

 

Perlindungan Perempuan dan Anak

Selanjutnya perlindungan perempuan dan anak. Hal ini merespons masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menjadi tantangan besar bangsa.

"KOWANI akan hadir sebagai kekuatan moral sekaligus mitra taktis. Organisasi akan fokus pada upaya advokasi kebijakan perlindungan, langkah pencegahan yang masif, serta penyediaan sistem pendampingan yang berpihak pada korban," kata dia.

Keempat, ialah pengembangan kepemimpinan perempuan generasi baru. KOWANI akan secara aktif mempersiapkan estafet kepemimpinan demi masa depan bangsa.

"Melalui berbagai program strategis, KOWANI siap menjadi inkubator lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan masa depan yang kompeten, tangguh, dan inklusif dari berbagai latar belakang, usia, serta daerah," ujar Yenny.

Dan terakhir, memperkuat peran Indonesia dalam gerakan perempuan dunia. Menurutnya, sebagai organisasi dengan status konsultatif di ECOSOC PBB, KOWANI akan merevitalisasi peran internasionalnya.

"KOWANI siap kembali membawa suara, gagasan, dan kontribusi aktif perempuan Indonesia dalam diplomasi serta advokasi isu perempuan di panggung global," ujar Yenny.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6