Megawati Sampaikan Duka, Kenang Ryamizard Ryacudu Sosok Prajurit Sejati

Megawati menilai Ryamizard merupakan pribadi yang selalu siap membantu dalam berbagai situasi dan pengabdian kepada negara.

Diterbitkan 31 Mei 2026, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Megawati berduka atas wafatnya Jenderal Ryamizard, mengenang dedikasi tinggi pada bangsa.
  • Ryamizard meninggal di usia 76 tahun, dikenal Megawati sebagai prajurit tegas dan disiplin.
  • Megawati kenang Ryamizard sigap bantu bencana Aceh, mengerahkan Zeni bangun jembatan darurat.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Megawati mengenang almarhum sebagai sosok prajurit yang memiliki dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara.

Selain itu, Megawati juga menilai Ryamizard merupakan pribadi yang selalu siap membantu dalam berbagai situasi dan pengabdian kepada negara.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Megawati di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Megawati pun mengenang perjalanan pengabdiannya bersama Ryamizard. Saat menjabat Presiden RI, Ryamizard dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Dalam berbagai kesempatan, kata Megawati, Ryamizard memperlihatkan sikap kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat serta negara.

Menurut Megawati, perhatian Ryamizard tidak berhenti setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI. Salah satu kenangan yang sangat membekas terjadi saat penanganan bencana di Aceh. Kala itu, setelah meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana, Megawati melihat kebutuhan mendesak akan jembatan darurat untuk menghubungkan wilayah yang terputus.

"Saya masih ingat ketika pulang dari Aceh dan melihat kebutuhan mendesak akan jembatan Bailey. Saya kemudian menelepon Pak Ryamizard. Dengan sigap beliau langsung membantu dengan mengerahkan batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat tersebut sehingga akses masyarakat dapat segera pulih," kenang Megawati.

 

Sampaikan Salam Perpisahan

Bagi Megawati, tindakan cepat tersebut mencerminkan karakter Ryamizard sebagai prajurit sejati yang selalu hadir untuk rakyat dan tidak pernah ragu memberikan bantuan ketika bangsa menghadapi kesulitan. Ryamizard Ryacudu sebagai sosok prajurit negarawan yang sepanjang hidupnya menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan negara.

"Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara. Sikap hidup dan pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati," tambah Megawati.

Kenangan dan perhatian Ryamizard ini membekas dalam bagi Megawati. Megawati pun menyampaikan salam perpisahan kepada sahabat lamanya tersebut.

"Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia," pungkas Megawati sambil terisak penuh haru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6