Kumpulan Doa agar Terhindar dari Siksa Kubur Sesuai Sunnah Teks Arab, Latin dan Artinya

Mengingat dan memohon perlindungan dari alam barzakh menjadi wujud keyakinan tersebut.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tiap manusia akan meninggal. Setelah mati, jenazah dimakamkan dan segera menghadapi pengadilan pertama. Melantunkan doa agar terhindar dari siksa kubur sesuai sunnah menjadi bekal bagi setiap muslim agar terhindar dari malapetaka di alam barzakh.

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut menegaskan bahwa mengimani adanya siksa kubur adalah salah satu kunci akidah. Mengingat dan memohon perlindungan dari alam barzakh menjadi wujud keyakinan tersebut.

Rasulullah SAW telah mencontohkan dan memerintahkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan dari fitnah kubur. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, Nabi SAW berseru, "Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur". Menurut Imam An-Nawawi, memanjatkan doa perlindungan ini adalah bukti penetapan keimanan Ahlus Sunnah terhadap kebenaran alam barzakh.

Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah kumpulan doa agar terhindar dari siksa kubur sesuai sunnah, teks Arab, Latin dan artinya.

Kumpulan Doa Agar Terhindar dari Siksa Kubur Sesuai Sunnah

Sebagai bentuk perlindungan dan tawakal kepada Allah SWT, Islam mengajarkan doa-doa untuk berlindung dari pedihnya siksa di alam barzakh. Berikut adalah rincian teks Arab, Latin, arti, beserta dalil dan pandangan ulamanya:

1. Doa Perlindungan di Penghujung Shalat (Tasyahud Akhir)

Doa ini adalah doa yang paling utama dan rutin dibaca oleh Rasulullah SAW sebelum salam pada tahiyat akhir.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Latin: Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam wa min 'adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamat wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati serta jeleknya fitnah Dajjal."

Doa ini bersumber dari hadits sahih riwayat Abu Hurairah (HR. Bukhari dan Muslim). Di dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf mengutip pandangan Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, yang menjelaskan bahwa hadits ini adalah dasar penetapan adanya azab dan fitnah kubur bagi Ahlus Sunnah, sekaligus membantah golongan Mu'tazilah yang mengingkarinya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari juga menyatakan hadits ini adalah bantahan telak bagi para pengingkar azab kubur. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahkan menuturkan bahwa Nabi SAW mengajarkan doa ini kepada para sahabat layaknya mengajarkan surah dari Al-Qur'an.

2. Doa Perintah Rasulullah Saat Mengingat Kubur

Doa ini merupakan respons langsung yang diucapkan ketika mengingat kengerian alam kubur atau saat melintasi pekuburan.

Teks Arab: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Latin: A'udzu billahi min 'adzabil qabri (atau jamak: Na'udzu billahi min 'adzabil qabri).

Artinya: "Aku (Kami) memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur."

Dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan, Abu Asma Andre mencantumkan hadits dari Al-Bara' bin 'Azib di mana Rasulullah SAW, saat berada di pekuburan dan meneteskan air mata, memukul-mukul tanah dengan ranting lalu berseru kepada para sahabat:

"Ista'idzu billahi min 'adzabil qabri" (Berlindunglah kalian kepada Allah dari azab kubur).

Hal ini diulangi beliau sebanyak dua atau tiga kali sebagai bentuk penekanan yang sangat kuat.

3. Doa Menyelamatkan Ahli Kubur Saat Berziarah

Selain mendoakan diri sendiri, terdapat juga doa yang dibacakan untuk menyelamatkan saudara sesama muslim (ahli kubur) dari siksa barzakh.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتَ

Latin: Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may-yit.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini."

Sutejo Ibnu Pakar dalam Buku Tradisi Amaliyah Warga NU Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur mencantumkan doa ini sebagai salah satu adab dan tata cara yang sangat dianjurkan saat berziarah makam.

Doa ini dibaca sebanyak tiga kali sambil meletakkan tangan di atas kuburannya, sebagai bentuk permohonan syafaat (tawassul) agar Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya dan menghindarkan sang mayit dari siksaan.

4. Doa Salam Ziarah (Memohonkan Keselamatan Penghuni Kubur)

Mengucapkan salam saat memasuki area pekuburan adalah sunnah yang diwajibkan, sekaligus menjadi doa sapu jagat untuk memohonkan rahmat dan keamanan bagi seluruh ruh yang berada di alam barzakh.

Teks Arab: السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.

Artinya: "Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu."

Sutejo Ibnu Pakar dalam Buku Tradisi Amaliyah Warga NU Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur menjelaskan bahwa ini adalah adab pertama dan utama saat menziarahi makam

Ucapan salam ini bukan sekadar sapaan, melainkan doa berjamaah agar Allah SWT mencurahkan kesejahteraan, mengampuni dosa-dosa penghuni kubur, dan membebaskan mereka dari kengerian siksanya.

5. Doa Menenteramkan Mayit dari Kesepian Alam Barzakh

Saat menziarahi makam keluarga atau kerabat, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca agar ruh sang mayit tidak merasa terasing, kesepian, dan ketakutan menghadapi malaikat Munkar dan Nakir.

Teks Arab: اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَآنِسْ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَأَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلَّاهُ

Latin: Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu.

Artinya: "Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai."

Doa ini dicantumkan oleh Sutejo Ibnu Pakar sebagai bacaan yang dilantunkan sambil meletakkan tangan di atas pusara makam. Beliau menegaskan bahwa doa ini adalah wujud permohonan tulus kepada Allah agar ruh sang mayit dibebaskan dari raw'atahu (kekhawatiran dan ketakutan) saat menghadapi pengadilan kubur, serta dijauhkan dari segala bentuk siksaan.

6. Doa Kaffaratul Majelis (Pelebur Dosa Lisan Preventif Azab Kubur)

Sebagaimana diketahui, dosa lisan seperti namimah (adu domba) dan ghibah adalah salah satu pemicu utama siksa kubur. Membaca doa pelebur dosa setiap kali selesai berinteraksi dalam sebuah majelis adalah benteng pertahanan terbaik.

Teks Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu."

Yusuf Abu Ubaidah as-Sidawi dalam Buku Amalan-Amalan Pelebur Dosa menukil hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi yang menyebutkan bahwa siapa pun yang membaca doa ini sebelum berdiri dari majelisnya, maka Allah akan mengampuni dosa dan perkataan tidak bermanfaat yang terjadi di dalamnya.

Secara esensial, membersihkan dosa lisan secara harian akan membebaskan seseorang dari ancaman azab kubur yang diakibatkan oleh lidahnya sendiri.

7. Dzikir Tasbih (Penghapus Ribuan Kesalahan Harian)

Tumpukan dosa di dunia ibarat beban yang akan menyandera ruh di alam barzakh. Rasulullah SAW mengajarkan dzikir ringan yang efeknya mampu menggugurkan dosa sebanyak buih di lautan.

Teks Arab: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhanallahi wa bihamdih.

Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya."

Dalam Buku Amalan-Amalan Pelebur Dosa, disebutkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim bahwa mengulang kalimat ini seratus kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa seorang hamba.

Ulama seperti Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa memperbanyak dzikir ini akan mencairkan kebekuan hati. Membersihkan diri dari kotoran maksiat melalui dzikir adalah fondasi mutlak agar seorang hamba berpulang dalam keadaan suci, sehingga terhindar dari siksaan di alam kubur.

Hikmah Berdoa Agar Terhindar dari Siksa Kubur

Merutinkan doa agar dijauhkan dari azab kubur memberikan hikmah mendalam bagi seorang muslim:

1. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW senantiasa membaca doa perlindungan dari siksa kubur dalam setiap shalatnya. Mengamalkan doa ini berarti mengikuti jejak beliau dan mendapatkan pahala sunnah.

2. Bentuk Kepasrahan dan Ketawadhu'an kepada Allah

Berdoa adalah pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menyelamatkan hamba-Nya dari siksa kubur. Ini adalah wujud kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah.

3. Mencegah Diri dari Dosa dan Maksiat

Dengan selalu mengingat siksa kubur dan berdoa agar terhindar darinya, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi perbuatan dosa yang dapat menyebabkan siksa kubur, seperti tidak bersuci dari air kencing dan mengadu domba.

4. Memperkuat Keimanan pada Hari Akhir

Doa ini mengingatkan kita bahwa kehidupan setelah kematian adalah suatu kepastian. Meyakini adanya alam kubur, nikmat dan siksa di dalamnya, adalah bagian dari keimanan kepada perkara gaib yang akan memperkuat keyakinan seorang Muslim.

5. Mendapatkan Perlindungan dan Keselamatan di Alam Kubur

Dengan mengamalkan doa-doa ini secara istiqamah, seorang hamba memohon perlindungan Allah dari siksa kubur. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan dan mempraktikkan doa ini, menunjukkan betapa pentingnya memohon perlindungan dari siksa kubur.

Pertanyaan Seputar Doa Terhindar Dari Siksa Kubur

1. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa terhindar dari siksa kubur?

Waktu yang paling utama dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW adalah pada saat duduk tasyahud akhir, tepat setelah membaca shalawat dan sebelum mengucapkan salam di dalam ibadah shalat wajib maupun sunnah.

2. Apakah siksa kubur itu nyata?

Ya. Siksa kubur adalah kenyataan mutlak (akidah absolut) yang wajib diimani. Hal ini didasari oleh banyaknya ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits mutawatir (sangat banyak jalurnya) yang membenarkan adanya pengadilan dan siksaan di alam barzakh bagi para pelaku dosa.

3. Selain berdoa, apa amalan lain yang bisa menghindarkan dari siksa kubur?

Beberapa amalan utama meliputi: menjaga tauhid dari kesyirikan, rutin membaca Surah Al-Mulk setiap malam, menjaga kebersihan bersuci (terutama dari air kencing), menghindari perbuatan adu domba (namimah), serta memperbanyak sedekah.

4. Apakah doa orang yang masih hidup bisa meringankan siksa kubur keluarga yang sudah meninggal?

Sangat bisa. Para ulama bersepakat bahwa doa permohonan ampun, sedekah jariyah, dan pahala bacaan Al-Qur'an yang ditujukan (dihadiahkan) untuk ahli kubur akan diterima oleh Allah SWT dan mampu memberikan kelapangan di alam kuburnya.

5. Mengapa Rasulullah SAW menyatukan doa berlindung dari azab kubur dengan fitnah Dajjal?

Karena keduanya merupakan ujian (fitnah) terbesar dan terberat yang akan dilalui oleh anak cucu Adam. Menyatukan keduanya dalam satu doa menunjukkan betapa besarnya bahaya dari kedua fitnah tersebut bagi keimanan seorang hamba.